Rizka Nafisah Rayendra Nst
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK-BENTUK KONFLIK PADA TOKOH UTAMA NOVEL FINN KARYA HONEY DEE: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Rizka Nafisah Rayendra Nst; Dardanila Dardanila; Emma Marsella
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik serta menganalisis faktor-faktor penyebab konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Finn karya Honey Dee dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori konflik. Konflik dalam karya sastra dipahami tidak hanya sebagai elemen pembangun cerita, tetapi juga sebagai representasi dari realitas sosial yang kompleks. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, di mana data dikumpulkan melalui pembacaan dan penandaan kutipan-kutipan yang relevan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk konflik yang dialami tokoh utama diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu konflik berdasarkan materi, sifat, posisi pelaku yang berkonflik, dan sifat pelakunya. Dari keempat bentuk tersebut, konflik berdasarkan materi merupakan bentuk yang paling dominan. Konflik tersebut mencakup konflik tujuan, peranan, nilai, dan kebijakan. Sementara itu, konflik berdasarkan posisi pelaku tidak ditemukan dalam novel ini. Adapun faktor-faktor penyebab konflik dalam novel Finn terdiri atas perbedaan individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan nilai-nilai. Novel ini secara eksplisit menggambarkan bagaimana ketidakpahaman masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme, menjadi pemicu utama konflik sosial dalam cerita. Dengan demikian, novel Finn tidak hanya menawarkan kisah personal, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap pola pikir konservatif, diskriminatif, dan kurangnya empati dalam masyarakat.