Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Kelapa Gading Desy Triyani Parinussa; Astrid Astrid; Sofwan Sofwan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7891

Abstract

Type II diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term treatment, making medication adherence a factor in the success of therapy. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitude levels and medication adherence in type II diabetes mellitus patients at the Kelapa Gading Community Health Center. This study was a quantitative, observational, and analytical design using a cross-sectional approach. The sample consisted of 75 respondents selected using simple random sampling. The research instruments used included the Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), the Diabetes Self-Management Education (DSME) attitude questionnaire, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data were analyzed univariately, bivariately using the Spearman-Rho test, and multivariately using logistic regression. The results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (81.3%), a positive attitude (81.3%), and low medication adherence (56.0%). Bivariate analysis showed no significant relationship between knowledge and medication adherence (p=0.915), while there was a significant relationship between attitude and medication adherence (p=0.019). Multivariate analysis showed that attitude being the most dominant variable. The conclusion of this study is that attitude plays a stronger role than knowledge in influencing medication adherence in patients with type II diabetes mellitus. patient education should focus on developing positive attitudes and improving knowledge
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Gula Darah Sewaktu Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kelapa Gading Jakarta Utara Yenni Romauli; Sofwan Sofwan; Astrid Astrid; Pandan Enggarwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8224

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berkaitan erat dengan indeks massa tubuh. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan sebagai indikator status gizi dan diketahui berhubungan dengan resistensi insulin serta peningkatan kadar glukosa darah. Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 pasien DM tipe 2 dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan metode systematic random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan untuk menentukan IMT, serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan GDS dengan nilai p = 0,003 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,339 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Semakin tinggi IMT, semakin tinggi pula kadar gula darah sewaktu pada pasien DM tipe 2. Berat badan yang diukur melalui IMT berhubungan secara signifikan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM tipe 2. Pengendalian berat badan melalui pengaturan pola makan dan gaya hidup sehat penting untuk membantu pengendalian glukosa darah.