Nyeri haid merupakan proses menstruasi yang umum terjadi pada remaja perempuan yang berdampak besar pada kualitas hidup, produktivitas kerja, dan peningkatan emosional. Terapi kompres air hangat dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan ketegangan otot sehingga dapat menurunkan intensitas nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan tentang terapi kompres air hangat untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan jenis praeskperimen one group pre-test dan post -test design. Teknik pengambilan sampel adalah Proportional stratified random samping. Total responden adalah 119 siswi. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Makale. Analisa data adalah menggunakan Uji Wilcoxon test. Hasil pre-test dan post test pada kelompok intervensi sebanyak 119 siswi dalam kategori sebelum diberikan edukasi diantaranya: pengetahuan baik sebanyak 55 (46.2%) dan pengetahuan kurang sebanyak 64 (53.8%). Pada kelompok intervensi setelah diberikan edukasi kesehatan diantaranya: pengetahuan baik sebanyak 108 (90.8%) siswi dan pengetahuan kurang sebanyak 11 (9.2%) siswi. Uji Wilcoxon test didapatkan nilai signifikan adalah 0.000, dimana jika dibandingkan dengan nilai (0,05) maka akan didapatkan 0,000<,0,05. Sehingga Pendidikan kesehatan tentang terapi kompres air hangat berpengaruh terhadap pengetahuan remaja untuk menurunkan nyeri haid pada saat menstruasi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi Kesehatan tentang terapi kompres air hangat berpengaruh pada pengetahuan remaja putri dan sangat penting diberikan pada remaja yang mengalami masalah nyeri haid karena dapat membantu remaja untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu petugas kesehatan serta orang tua dapat berperan penting dalam memberikan edukasi kesehatan serta konseling tentang masalah menstruasi dan cara dalam mengatasi nyeri haid dengan tepat dan benar.