Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Hukum Islam di Era Digital: Analisis Maqashid Syariah terhadap Dinamika Hukum Kontemporer Sri Haryanti1; Endah Robiatul Adawiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam praktik dan dinamika hukum Islam. Digitalisasi menghadirkan tantangan baru berupa munculnya persoalan hukum kontemporer yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh pendekatan fiqh klasik yang cenderung tekstual dan parsial. Kondisi ini menuntut adanya transformasi paradigma dalam pengembangan hukum Islam agar tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi hukum Islam di era digital melalui pendekatan maqashid syariah sebagai kerangka analisis utama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian normatif (library research), menggunakan pendekatan konseptual dan filosofis. Data diperoleh dari sumber hukum Islam berupa Al-Qur’an dan Hadis, karya-karya ulama klasik dan kontemporer, serta hasil penelitian terdahulu yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqashid syariah memiliki peran strategis sebagai paradigma transformasi hukum Islam, karena mampu menekankan prinsip kemaslahatan, keadilan, dan pencegahan kemudaratan dalam merespons isu-isu digital seperti perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan transaksi elektronik. Dengan menjadikan maqashid syariah sebagai paradigma, hukum Islam tidak hanya diposisikan sebagai sistem normatif yang statis, tetapi sebagai sistem hukum yang dinamis dan kontekstual tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar syariat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kerangka teoretis pembaruan hukum Islam serta menawarkan arah metodologis bagi pengembangan hukum Islam di tengah tantangan era digital.
INTERNALIZATION OF DIGITAL LITERACY AND INTERNET ETHICS GROUNDED IN RELIGIOUS CHARACTER THROUGH INTERACTIVE MENTORING FOR STUDENTS AT MI MIFTAHUL FALAH, CIKARAMAS VILLAGE Cici Andriyani; Ajeng Hikmalia Dwi Putri; Rahmatika Rahmatika; Amelia Elyana; Endah Robiatul Adawiyah
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i3.3541

Abstract

The gap between high access to technology and low digital literacy remains a major challenge for students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) in rural areas. This community service research aims to internalize basic digital literacy and internet ethics based on religious character among sixth-grade students at MI Miftahul Falah, Cikaramas Village. The study employed the Participatory Action Research (PAR) method, involving 27 students as active participants. The activities were carried out through the use of interactive companion media designed to facilitate students' understanding of data privacy, the risks of cyberbullying, and proper communication etiquette in digital spaces. The results demonstrated significant achievements: 85% of the students were able to identify the risks of personal data breaches, while 80% applied the principles of politeness in online interactions. These findings indicate that a participatory approach supported by interactive companion media is effective in bridging the digital literacy gap while strengthening the values of akhlakul karimah (noble moral character). The program also produced a digital module that can be sustainably utilized by the school.