Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam pengenalan dasar teknik gradasi siswa kelas empat UPT SD Negeri 04 Sei Balai melalui implementasi inovasi model belajar hybrid yang mengintegrasikan Project Based Learning (PjBL) dengan scaffolding teknis terstruktur. Penelitian didasarkan pada ketidakmampuan siswa untuk memahami proses pencampuran warna dan menghasilkan gradasi yang tepat. Pada kondisi awal, hanya 2 dari 24 siswa yang mampu memahami dasar teknik gradasi dengan baik. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), model Kemmis dan McTaggart, menggunakan dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek studi berjumlah 24 siswa kelas empat sekolah dasar. Teknik Data dikumpulkan melalui observasi., dokumentasi, dan evaluasi hasil proyek seni rupa. Data dievaluasi secara deskriptif menggunakan persentase serta deskriptif kualitatif melalui refleksi setiap siklus. Menurut hasil penelitian, pemahaman siswa telah meningkat terhadap teknik gradasi. Di tahap pra-siklus, tingkat ketuntasan belajar siswa sebesar 8,33%. Setelah penerapan model hybrid PjBL dengan scaffolding teknis pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 58,30%. Peningkatan yang lebih optimal terjadi pada siklus II dengan persentase mencapai 83,30% dan telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dibuat kesimpulan bahwa penerapan model Hybrid Project Based Learning dengan scaffolding teknis mampu meningkatkan pemahaman dasar teknik gradasi siswa kelas IV sekolah dasar. Model ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran seni rupa yang inovatif dan kontekstual.