Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial kinerja pegawai yang optimal dalam pencapaian sasaran organisasi, khususnya di instansi pelayanan publik, di mana ditemukan indikasi bahwa sikap kerja dan disiplin pegawai masih memerlukan peningkatan di Dinas Kesehatan Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh variabel Sikap Kerja dan Disiplin Kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap Kinerja Pegawai.Landasan teoretis yang digunakan mencakup konsep Sikap Kerja, yang didefinisikan sebagai perspektif emosional dan kecenderungan mental individu terhadap pekerjaan , dan Disiplin Kerja, yaitu ketaatan, kepatuhan, serta kesetiaan terhadap peraturan yang berlaku. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kota Langsa yang berjumlah 50 orang, menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda, yang didahului dengan uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan dilanjutkan dengan uji hipotesis (uji t dan uji F).Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Sikap Kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Selain itu, Disiplin Kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Secara simultan, kedua variabel tersebut (Sikap Kerja dan Disiplin Kerja) secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Kesehatan Kota Langsa. Simpulan studi ini menegaskan bahwa pengembangan sikap kerja yang positif dan penegakan disiplin kerja yang konsisten adalah faktor esensial untuk meningkatkan kinerja secara optimal dalam konteks instansi pemerintah