Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan dan karakteristik opini publik mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Raden Fatah Palembang angkatan 2023 terhadap isu viral kasus penabrakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tersebar di platform TikTok melalui hashtag #JusticeForArgo. Penelitian ini berfokus pada interaksi antara mekanisme algoritmik platform, konten emosional, dan latar belakang akademik mahasiswa dalam membentuk persepsi dan penilaian publik di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive, observasi digital terhadap konten viral TikTok, serta dokumentasi dari media daring. Partisipan merupakan pengguna aktif TikTok yang pernah terpapar konten terkait isu tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, kategorisasi, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan opini publik dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu intensitas penggunaan TikTok, peran algoritma For You Page sebagai agenda setter otomatis, framing kolektif melalui hashtag #JusticeForArgo, dominasi respons emosional terhadap konten visual-emosional, serta latar belakang akademik sebagai filter kognitif yang terbatas. Opini yang terbentuk bersifat sangat homogen, ditandai dengan simpati kolektif terhadap korban, kritik sistemik terhadap sistem hukum, serta ketiadaan perspektif alternatif yang signifikan. Penelitian ini mengungkap paradoks literasi media, yaitu bahwa pemahaman teoretis tentang proses komunikasi tidak secara otomatis menghasilkan resistensi terhadap pengaruh emosional konten viral. Temuan ini menegaskan peran platform algoritmik dalam membentuk echo chamber, bahkan pada kelompok dengan literasi komunikasi yang relatif tinggi, serta menunjukkan pentingnya pengembangan literasi digital holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, emosional, dan etis.