Khaila Zahra Adelia
Universitas Tjut Nyak Dhien Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Apoteker Komunitas dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 : Literature Review Nerdy Nerdy; Nasyiwa Ulayya Ardani; Kanne Dachi; Muh. Ali Khumaini M. Bintang; Khaila Zahra Adelia; Irhamni Irhamni; Nasywa Suar; Putri Najwa; Zaskia Chalissa; Fadillah Amanda; Wulan Syahira; Suci Isnaini Muliyo; Asyifa Karima; Atsilah Zayyan Faidah; Frisca Febrilia Tumangger; Nellia Putri; Zesica Khairunisa; Iffana Isman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang membebani sistem kesehatan global, termasuk Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat. Menurut data International Diabetes Federation (IDF) 2023, sekitar 537 juta orang dewasa hidup dengan diabetes, diperkirakan mencapai 643 juta pada 2030. Di Indonesia, Riskesdas 2022 menunjukkan prevalensi 10,9% pada populasi dewasa, dengan lebih dari 19 juta orang terdiagnosis, dan biaya kesehatan mencapai Rp 50 triliun per tahun akibat komplikasi seperti penyakit kardiovaskular dan gagal ginjal. Literatur review ini menganalisis peran apoteker komunitas dalam pengelolaan DMT2 melalui 10 studi terkini dari tahun 2021-2025. Metode melibatkan pencarian literatur di database seperti PubMed, Scopus, dan Garuda, dengan kriteria inklusi artikel peer-reviewed yang fokus pada intervensi apoteker di Indonesia. Analisis kualitatif dan kuantitatif mengungkap efektivitas intervensi seperti edukasi, pemantauan terapi, dan asuhan kefarmasian. Hasil menunjukkan intervensi apoteker secara signifikan meningkatkan kepatuhan pasien, kontrol glikemik, dan kualitas hidup. Meta-analisis 22 studi klinis menunjukkan penurunan HbA1c sebesar 0,68% (p < 0,00001), sementara studi di Puskesmas Bulukumba melaporkan penurunan HbA1c dari 9,11% menjadi 6,48% (p < 0,005) dan peningkatan indeks kualitas hidup dari 0,849 menjadi 0,967 (p < 0,05). Intervensi seperti Home Pharmacy Care (HPC) dan konseling berbasis booklet juga mencegah kesalahan terapi dalam Program Prolanis BPJS Kesehatan. Namun, hambatan seperti kurangnya integrasi kebijakan, remunerasi, dan kompetensi klinis masih menjadi tantangan. Analisis ekonomi menunjukkan penghematan biaya hingga USD 1.000 per pasien per tahun melalui pencegahan komplikasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran apoteker melalui pelatihan, reformasi pendidikan, dan insentif finansial untuk mengoptimalkan pengelolaan DMT2 di tingkat primer, sehingga mengurangi beban penyakit kronis di Indonesia.