Produktivitas alat berat merupakan indikator utama keberhasilan pekerjaan galian wellpad pada proyek konstruksi sektor migas. Tingginya intensitas penggunaan alat, karakteristik tanah yang dinamis, serta tuntutan keselamatan kerja menjadikan pengelolaan operasional alat berat sebagai aspek strategis dalam pencapaian target proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan kondisi alat berat terhadap produktivitas alat berat pada Proyek Wellpad PT Harista di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian berjumlah 40 pekerja lapangan yang terdiri dari operator dan tenaga teknis, seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert, observasi lapangan, dan wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder bersumber dari laporan harian alat, catatan perawatan, serta dokumen keselamatan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 pada tingkat signifikansi 0,05.Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan K3 dan kondisi alat berat memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas alat berat, baik secara parsial maupun simultan. Penerapan K3 berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terkendali sehingga mendukung kelancaran operasional, sedangkan kondisi alat yang optimal meningkatkan efisiensi siklus kerja serta mengurangi potensi downtime. Model penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sebagian variasi produktivitas, sementara faktor lain seperti kompetensi operator, kondisi lapangan, dan manajemen operasional turut memengaruhi kinerja alat secara keseluruhan.Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi peningkatan produktivitas melalui penguatan sistem K3 dan manajemen pemeliharaan alat secara berkelanjutan.