Produktivitas Gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang sering terjadi pada sektor industri manufaktur, terutama pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik berulang, postur tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor individu dan faktor pekerjaan yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja PT Harista. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, serta lembar observasi untuk menilai postur kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui distribusi variabel serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada usia produktif dengan masa kerja menengah hingga panjang, durasi kerja lebih dari delapan jam per hari, serta intensitas kerja sedang hingga berat. Penilaian postur kerja memperlihatkan dominasi tingkat risiko sedang hingga tinggi. Keluhan MSDs paling banyak dirasakan pada bagian leher, bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara usia, masa kerja, Indeks Massa Tubuh (IMT), durasi kerja, frekuensi istirahat, intensitas kerja, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, serta postur kerja dengan tingkat keluhan MSDs. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan ergonomi dan pengelolaan faktor risiko individu dalam upaya pencegahan MSDs di lingkungan kerja industri. Intervensi berbasis perbaikan desain kerja, pengaturan beban dan waktu kerja, serta promosi gaya hidup sehat menjadi strategi yang relevan untuk menekan prevalensi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas pekerja.