Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penerapan K3 Dan Kondisi Alat Terhadap Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Galian Wellpad Pt. Harista Gading Rizki Dwi Putra; Khadavi Khadavi; Mairizal Zainuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas alat berat merupakan indikator utama keberhasilan pekerjaan galian wellpad pada proyek konstruksi sektor migas. Tingginya intensitas penggunaan alat, karakteristik tanah yang dinamis, serta tuntutan keselamatan kerja menjadikan pengelolaan operasional alat berat sebagai aspek strategis dalam pencapaian target proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan kondisi alat berat terhadap produktivitas alat berat pada Proyek Wellpad PT Harista di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian berjumlah 40 pekerja lapangan yang terdiri dari operator dan tenaga teknis, seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert, observasi lapangan, dan wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder bersumber dari laporan harian alat, catatan perawatan, serta dokumen keselamatan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 pada tingkat signifikansi 0,05.Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan K3 dan kondisi alat berat memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas alat berat, baik secara parsial maupun simultan. Penerapan K3 berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terkendali sehingga mendukung kelancaran operasional, sedangkan kondisi alat yang optimal meningkatkan efisiensi siklus kerja serta mengurangi potensi downtime. Model penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sebagian variasi produktivitas, sementara faktor lain seperti kompetensi operator, kondisi lapangan, dan manajemen operasional turut memengaruhi kinerja alat secara keseluruhan.Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi peningkatan produktivitas melalui penguatan sistem K3 dan manajemen pemeliharaan alat secara berkelanjutan.
Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja PT. HARISTA Arief Maulana Yutda; Khadavi Khadavi; Mairizal Zainuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas Gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang sering terjadi pada sektor industri manufaktur, terutama pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik berulang, postur tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor individu dan faktor pekerjaan yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja PT Harista. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, serta lembar observasi untuk menilai postur kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui distribusi variabel serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada usia produktif dengan masa kerja menengah hingga panjang, durasi kerja lebih dari delapan jam per hari, serta intensitas kerja sedang hingga berat. Penilaian postur kerja memperlihatkan dominasi tingkat risiko sedang hingga tinggi. Keluhan MSDs paling banyak dirasakan pada bagian leher, bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara usia, masa kerja, Indeks Massa Tubuh (IMT), durasi kerja, frekuensi istirahat, intensitas kerja, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, serta postur kerja dengan tingkat keluhan MSDs. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan ergonomi dan pengelolaan faktor risiko individu dalam upaya pencegahan MSDs di lingkungan kerja industri. Intervensi berbasis perbaikan desain kerja, pengaturan beban dan waktu kerja, serta promosi gaya hidup sehat menjadi strategi yang relevan untuk menekan prevalensi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas pekerja.