Sri Martini
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Dirumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Helinida Saragih; Sri Martini; Ganda Putra Pardosi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8464

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang disebut "the silent killer" karena sebagian besar penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi serius seperti gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal kronik. Data World Health Organization tahun 2021 menunjukkan 1,28 miliar penderita hipertensi di dunia dengan proyeksi mencapai 1,5 miliar pada tahun 2025. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% dengan Kota Medan mencatat 65.904 penderita pada tahun 2022. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi faktor krusial dalam manajemen hipertensi yang dapat menurunkan 20-25% risiko infark miokard, 30-40% kejadian stroke, dan lebih dari 50% gagal jantung kongestif. Dukungan keluarga berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui pemberian motivasi, bimbingan, informasi mengenai penyakit, serta dukungan finansial dan emosional. Di RS Santa Elisabeth Medan terdapat 442 pasien hipertensi rawat inap dengan rata-rata 44 pasien per bulan, namun belum ada data spesifik mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di RS Santa Elisabeth Medan tahun 2024 untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kepatuhan pengobatan dan outcome kesehatan pasien hipertensi. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah 442 pasien hipertensi rawat inap, dengan sampel 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga (12 pertanyaan) dan Morisky Medication Adherence Scales-8 dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat dan uji Fisher Exact untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mendapat dukungan keluarga baik sebesar 85,0%, namun tingkat kepatuhan minum obat rendah dengan 52,5% responden tidak patuh. Uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,186). Kesimpulanpenelitian menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat lebih dipengaruhi faktor status ekonomi, kesibukan pekerjaan, pengetahuan pasien, aksesibilitas layanan kesehatan, dan motivasi intrinsik sehingga diperlukan intervensi komprehensif melalui edukasi berkelanjutan, konseling manajemen penyakit, dan strategi pengingat minum obat.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Perawat Di Rumah Sakit Advent Medan Tahun 2024 Sri Martini; Friska Ginting; Eli Simanjuntak
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8638

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan manifestasi klinis muskuloskeletal yang paling signifikan di kalangan perawat rumah sakit akibat tingginya intensitas aktivitas fisik selama bertugas, seperti mengangkat pasien, mendorong peralatan medis, dan berdiri dalam waktu lama tanpa penerapan prinsip ergonomis yang memadai. Data Global Burden of Disease mencatat 1,71 miliar orang hidup dengan gangguan muskuloskeletal secara global, sementara prevalensi nyeri punggung bawah pada perawat di Indonesia tercatat sebesar 57% pada tahun 2019. Survei awal di Rumah Sakit Advent Medan menemukan bahwa tiga dari sepuluh perawat melaporkan keluhan nyeri punggung bawah dalam kategori ringan hingga berat, mengindikasikan bahwa kondisi ini merupakan permasalahan nyata yang memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan nyeri punggung bawah pada perawat di Rumah Sakit Advent Medan Tahun 2024 guna memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan intervensi pencegahan yang tepat dan berbasis bukti. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 161 perawat dengan sampel sebanyak 61 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 10%. Instrumen penelitian menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur aktivitas fisik dengan kategorisasi ringan, sedang, dan berat, serta The Pain and Distress Scale Zung untuk mengukur nyeri punggung bawah dengan kategorisasi ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank pada tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat memiliki aktivitas fisik berat sebesar 50,8% dan sedang 49,2%. Keluhan nyeri punggung bawah didominasi kategori ringan 39,3%, sedang 36,3%, berat 23,0%, dan sangat berat 1,6%. Uji Spearman Rank menghasilkan nilai p = 0,484 dengan koefisien korelasi 0,091, yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan keluhan nyeri punggung bawah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa nyeri punggung bawah pada perawat lebih dipengaruhi oleh faktor multidimensional seperti usia, masa kerja, postur tubuh tidak ergonomis, dan durasi shift kerja dibandingkan semata-mata oleh tingkat aktivitas fisik, sehingga diperlukan pendekatan pencegahan holistik yang mencakup pelatihan ergonomi dan promosi kesehatan berkelanjutan.