Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Trashboom Ponton Adaptif sebagai Solusi Mitigasi Sampah pada Intake Glapan Barat, Daerah Irigasi Glapan, Kabupaten Grobogan Retno Sri Waryani; Ian Karunia Perkasa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8628

Abstract

Floating debris accumulation at irrigation intakes often obstructs flow discharge and increases the risk of sluice gate damage, particularly in rivers with high water level fluctuations such as the Tuntang River. This study aims to design an adaptive Trashboom to mitigate debris accumulation at the West Glapan Intake. The method employed is applied engineering design utilizing 8-inch PVC pipes as pontoons and galvanized hollow iron as the main frame. The design results demonstrate that this pontoon Trashboom structure is capable of vertically adapting to flood water elevations and effectively diverting debris to the riverbank through a self-clearing mechanism caused by its diagonal placement. This solution offers construction cost efficiency and ease of maintenance compared to mechanical trashracks, while ensuring the continuity of irrigation water supply.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KETERLAMBATAN (TIME OVERRUN) PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN AKSES MENUJU BANDARA NYIA Ian Karunia Perkasa; Lidwina Putri Astani; Mochamad Gaharu Dida Devedo; Chalsi Mala Sari
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2026): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v7i1.10930

Abstract

Ketepatan waktu penyelesaian merupakan salah satu indikator utama keberhasilan proyek konstruksi di samping aspek biaya dan mutu. Proyek Peningkatan Jalan Akses Menuju Bandara, memiliki peran strategis sebagai infrastruktur pendukung aksesibilitas New Yogyakarta International Airport (NYIA). Namun, pelaksanaan proyek infrastruktur jalan raya memiliki karakteristik unik yang rentan terhadap ketidakpastian eksternal maupun internal yang berpotensi menyebabkan keterlambatan jadwal (time overrun). Berdasarkan observasi lapangan, proyek ini dihadapkan pada berbagai kendala kompleks mulai dari kondisi tanah dasar, curah hujan yang tinggi, hingga permasalahan sosial berupa sengketa lahan yang menghambat produktivitas pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kinerja waktu, menganalisis tingkat risiko (risk level) berdasarkan frekuensi dan dampaknya, serta menentukan faktor dominan yang memerlukan prioritas penanganan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada responden ahli (purposive sampling) yang terdiri dari pihak kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan pemilik proyek. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Matriks Risiko dengan mengalikan nilai probabilitas (Likelihood) dan dampak (Impact), yang kemudian dipetakan menggunakan Diagram Pareto untuk mendapatkan hierarki risiko utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor risiko dominan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap potensi keterlambatan waktu pada Proyek Peningkatan Jalan Sogan-Karangwuni. Faktor pertama adalah kondisi cuaca ekstrem (hujan) yang menempati peringkat risiko tertinggi dengan kategori Extreme Risk (Skor 25), yang berdampak signifikan pada terhentinya pekerjaan perkerasan aspal (hotmix). Faktor kedua adalah kendala non-teknis berupa sengketa pembebasan lahan dengan kategori High Risk (Skor 15). Faktor ketiga adalah kerusakan mekanis alat berat (breakdown) pada saat jam kerja kritis dengan kategori High Risk (Skor 12). Berdasarkan analisis Pareto, penanganan terhadap ketiga faktor dominan ini diproyeksikan dapat mereduksi potensi keterlambatan secara signifikan. Penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi berupa penerapan kerja lembur (overtime) untuk optimalisasi progres saat cuaca cerah, penyediaan alat berat cadangan, serta intensifikasi koordinasi sosial pada area sengketa guna memastikan proyek selesai tepat waktu.
ANALISIS STABILITAS DAN JUSTIFIKASI TEKNIS PERKUATAN STRUKTUR PADA TANAH LUNAK (STUDI KASUS : REHABILITASI DAERAH IRIGASI GLAPAN TIMUR DAN BARAT) suudi al mukarom; Ian Karunia Perkasa; Salsabila Zahra
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 10, No 1 (2026): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v10i1.26684

Abstract

This study presents a technical justification for structural reinforcement in the rehabilitation of the Glapan Irrigation Area Phase II, focusing on soft soil conditions prone to sliding failure. The research aims to evaluate the stability of the existing lining structure and to determine an appropriate reinforcement method. The methodology includes field investigation, geotechnical analysis, slope stability evaluation, and assessment of alternative reinforcement solutions. The results indicate that the existing structure does not meet the minimum safety requirements, with a safety factor of 1.15 against sliding, which is below the standard value of 1.5. To address this issue, a minipile system is proposed as the most effective reinforcement solution. The designed minipile, with a diameter of 20 cm and a depth of 3–4 meters, significantly improves structural performance. The analysis shows that the safety factor increases to 2.15 after reinforcement, indicating a substantial enhancement in stability. This study provides a technically justified recommendation for design modification, ensuring structural safety and long-term performance under soft soil conditions. The findings contribute to improving the reliability of irrigation infrastructure in similar geotechnical environments.