Hilda Hidayatun Nafi’ah
Universitas Ahmad Dahlan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

What is the Level of Self-Directed Learning among Junior High School Students? Hilda Hidayatun Nafi’ah; Caraka Putra Bhakti
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 14 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v14i1.22006

Abstract

This study aims to describe the level of Self-Directed Learning skills of students at SMP Negeri 3 Banguntapan. Self-Directed Learning is an important skill that enables students to learn independently, take the initiative in understanding the material, and develop effective learning strategies. The research method used was a descriptive survey with a sample of 224 students, selected using accidental sampling techniques. Data collection used the Self-Directed Learning scale adapted from Henisa and Restu Aulia Chairunnisa. This scale consists of 30 items with five indicators: awareness, learning strategies, learning activities, evaluation, and interpersonal skills. The analysis results showed an average Self-Directed Learning score of 75 (SD = 15). A total of 9% of students had Self-Directed Learning skills, 70% were in the moderate category, and 21% were classified as low. These findings indicate that the majority of students still need reinforcement in Self-Directed Learning skills. Factors contributing to low Self-Directed Learning include conventional learning methods, lack of opportunities for students to learn independently, and an education system that is still dominated by a top-down approach. Therefore, innovation in guidance and counseling services is needed to improve Self-Directed Learning skills, so that students can be better prepared to face challenges in education and work.
Pengembangan Buku Panduan Permainan untuk Meningkatkan Self-Directed Learning bagi Peserta Didik Caraka Putra Bhakti; Caraka Putra Bhakti; Hilda Hidayatun Nafi’ah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i6.2025.5

Abstract

Self-Directed Learning (SDL) merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki peserta didik untuk meningkatkan kemandirian dalam belajar. Namun, masih banyak peserta didik yang memiliki tingkat SDL yang rendah, sehingga berdampak pada hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan permainan sebagai teknik dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan SDL peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development(R&D) dengan model 4D yang terdiri dari Define, Design, Development, dan Dissemination. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan permainan yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli media dan ahli materi dengan indeks rata-rata Aiken’s V sebesar 0,94 yang termasuk dalam kategori tinggi. Buku panduan ini terdiri dari lima sesi permainan yang dirancang untuk meningkatkan indikator SDL, yaitu awareness, learning strategies, aktivitas belajar, evaluation, dan keterampilan interpersonal. Dengan adanya buku panduan ini, diharapkan peserta didik dapat lebih aktif dalam pembelajaran, meningkatkan kemandirian, serta mampu mengembangkan strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan untuk Meningkatkan Self-Directed Learning Peserta Didik Hilda Hidayatun Nafi’ah; Hilda Hidayatun Nafi’ah; Caraka Putra Bhakti
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i4.2025.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan dalam meningkatkan keterampilan self-directed learning (SDL) peserta didik. SDL merupakan keterampilan abad ke-21 yang berhubungan dengan lifelong learning, di mana individu diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar, merancang strategi, serta mengevaluasi kemajuan secara mandiri. Namun, hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa peserta didik kelas VII di SMP Negeri 3 Banguntapan masih memiliki SDL yang rendah, ditandai dengan perilaku kurang bertanggung jawab dalam belajar, ketidakterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta kurangnya kesadaran dalam mengevaluasi proses belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest terhadap enam peserta didik dengan tingkat SDL rendah. Intervensi dilakukan melalui bimbingan kelompok dengan teknik permainan selama lima sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor SDL peserta didik setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 27,2 poin. Uji hipotesis dengan Wilcoxon Signed Rank Testmenunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,027 (<0,05), yang berarti ada perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik permainan dalam bimbingan kelompok efektif dalam meningkatkan SDL peserta didik. Dengan demikian, guru bimbingan dan konseling dapat mempertimbangkan teknik permainan sebagai pendekatan interaktif untuk membangun kemandirian belajar peserta didik. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas teknik permainan pada jenjang pendidikan yang berbeda serta mengembangkan variasi permainan yang lebih kontekstual sesuai dengan kebutuhan siswa.