Maulida Mazaya
Universitas Telkom

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Education on the use of herbal medicine against Hypertension with Joyoboyo Health Community, Kediri Maulida Mazaya; Ratna Surya Alwi; Reza Alrayan; Esti Ambar Widyaningrum; Evi Kurniawati; Maratu Soleha; Mukh Fajar Nasrulloh; Andri Prasetiyo; Inggrid Tania
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i2.14824

Abstract

Hypertension (high blood pressure) is a major global health concern. According to the National Health Profile (Riskesdas), it was reported that 450.126 cases occurred in Indonesia (2022), with 38.204 confirmed in Kediri Regency (2023), where hypertension has become the most common non-communicable condition in East Java, which was detected in the aged 15 years old. Generally, people still consume conventional medicine to lower their blood pressure. Contrarily, herbal medicine, often regarded as a complementary or alternative option. Thus, educational strategies for integrating herbal medicine into hypertension management are needed. In Kediri, the Joyoboyo health community plays an important role in spreading awareness about hypertension. During the community service activity, 61 Joyoboyo health cadre volunteers participated in these educational sessions to help them share accurate information with the wider community. These sessions covered topics such as correct dosage, possible interactions with prescription drugs, and the importance of evidence-based herbal use for treatment. These points were reinforced through discussion and supported by analyzing the recent clinical research. A statistical evaluation was conducted to assess the program's effectiveness. Overall, the results of this activity underline the need for a multidisciplinary approach combining traditional and scientific knowledge to optimize the management of hypertension. 
PEMBANGUNAN BANK SAMPAH UNIT BERBASIS EKONOMI SIRKULAR DAN IMPLEMENTASI DIGITALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DESA LENGKONG (BSU EKSID) Suryatiningsih; Sari Dewi Budiwati; Maulida Mazaya
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7885

Abstract

Kurangnya fasilitas pengelolaan dan pemrosesan sampah yang memadai khususnya di Desa Lengkong, Kabupaten Bandung, menjadi tantangan utama. Kondisi ini mengakibatkan kesulitan pengelolaan sampah secara efektif, sehingga terjadi penumpukan sampah yang tidak terkendali dan berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Selain itu, mekanisme pengurangan sampah dari sumbernya dengan prinsip 3-R (Reduce, Recycle, dan Reuse) masih belum optimal dilakukan. Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan tetap tinggi, sehingga memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Untuk mengatasi masalah ini, kami mengusulkan sebuah program Pembentukan Bank Sampah Unit dan Digitalisasi pengelolaan sampah dengan pendekatan Ekonomi Sirkular (BSU EKSID). Langkah pertama adalah mendirikan satu titik pengumpulan sampah yang dikelola oleh sekelompok swadaya masyarakat agar dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan dan pengolahan sampah serta mengurangi dampak negatifnya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Selain itu, perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya praktik-praktik prinsip 3-R dalam pengelolaan sampah. Harapannya, masyarakat akan lebih aktif dalam mengurangi, mendaur ulang, dan memanfaatkan kembali sampah, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Dengan demikian, program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di masa depan.