Ainun Najih
Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Mojokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Mutu Kurikulum Madrasah di Pesantren Muhammad Qoolili Zailani; Ainun Najih; Niki Laila Sari; Nudialis Sholikah; Muhammad Fahmi Mubarok
Journal of Communication in Tourism, Culture and Education Vol. 1 No. 2: July - December 2025
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jctce.v1i2.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk kurikulum pendidikan Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Mojokerto mulai dari sebelum adanya pengembangan kurikulum, menjelaskan secara detail pengembangan kurikulum pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Mojokerto, dan yang terakhir menjelaskan dampaknya dari pengembangan kurikulum untuk peningkatan mutu pendidikan di madrasah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan memakai pendekatan fenomonologi, yakni pendekatan memahami aktifitas pengembangan kurikulum pendidikan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Mojokerto. Jenis yang digunakan yakni studi kasus, lebih tepatnya ke kasus tunggal dan analisis tunggal. Dalam pengumpulan datanya peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tempat penelitian berada di Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Mojokerto yang mana tempatnya berada di naungan YPP Nurul Islam Mojokerto. Untuk informen wawancara dan penggalian data yaitu Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Penjamin Mutu Pendidikan Madrasah (PMPM), Guru, dan Santri. Untuk penguji keabsahan data, peneliti memakai derajat kredibilitas dengan tringulasi, pemeriksaan sejawat dari diskusi dan keajegan didalam penelitian. Hasil dari penelitian, peneliti menemukan: 1. Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Mojokerto awalnya mengembangkan kurikulum takhossus yang memiliki focus 3 jurusan (tahfidzul qur’an, ilmu alat, dan ilmu lughowiyah). 2. Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Mojokerto mengembangkan kurikulum takhossus menjadi kurikulum exspert class untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik, exspert clas terdiri dari 7 kelas unggulan yakni Tahfidzul Qur’an Class, Kutubut Turots Islamiyah Class, Dirosah Islamiyah Class, Billingual Class, Social Class, Math and Science Class dan International Class Program. 3. Dampak pengembangan kurikulum untuk peserta didik yakni peserta didik memiliki kemampuan dan prestasi sesuai dengan jurusan atau kelas unggulan yang dimasukinya, peserta didik mampu bersaing dalam mata pelajaran umum ataupun pelajaran agama, dengan bukti mengikuti berbagai kegiatan olimpiade, lomba-lomba keagamaan, batsul masa’il dan kegiatan lainnya. Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Mojokerto dapat dijadikan contoh bagi Madrasah ditempat lain, bahwasannya keilmuan umum dan kepesantrenan bisa dipadukan dengan baik sesuai minat dan bakat peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction dalam Meningkatkan Komunikasi Matematis Mahasiswa Tofan Adityawan; Ainun Najih; Achmad Fathoni
Journal of Communication in Tourism, Culture and Education Vol. 2 No. 1: January - June 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jctce.v2i1.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi matematis mahasiswa melalui penerapan model Problem Based Instruction (PBI) pada mata kuliah Program Linear di kelas Tadris Matematika semester 4. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa. Instrumen yang digunakan berupa tes komunikasi matematis, lembar observasi aktivitas mahasiswa dan dosen, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan komunikasi matematis mahasiswa dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata pretest adalah 58, sementara posttest pada siklus I meningkat menjadi 72 dan pada siklus II mencapai 85. Keterlaksanaan model PBI berdasarkan lembar observasi menunjukkan peningkatan dari 58,57% menjadi 90,36% untuk observasi mahasiswa, dan dari 62,5% menjadi 90,6% untuk observasi dosen. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model PBI efektif dalam meningkatkan komunikasi matematis mahasiswa.