Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada remaja, khususnya remaja putri. Remaja putri dikatakan mengalami anemia apabila kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 12 g/dl. Kerentanan remaja putri terhadap anemia lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki karena kebutuhan zat besi yang lebih besar serta kehilangan zat besi akibat menstruasi sekitar ±1,3 mg per hari. Tingginya prevalensi anemia pada remaja umumnya disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi dan zat gizi pendukung lainnya seperti vitamin A, vitamin C, folat, riboflavin, dan vitamin B12. Anemia pada remaja dapat berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional, penurunan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh yang menurun, serta rendahnya produktivitas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia serta upaya pencegahannya melalui edukasi gizi dan pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan metode penyuluhan dan diskusi interaktif mengenai anemia, kebutuhan zat besi, sumber makanan kaya zat besi, serta pentingnya konsumsi buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan buah naga sebagai sumber zat gizi pendukung pencegahan anemia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai pengertian anemia, faktor risiko, dampak anemia, serta kesadaran untuk menerapkan pola makan sehat dan mengonsumsi buah secara rutin. Kesimpulan, edukasi dan pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan diri dan mencegah anemia sejak dini.