Yulia Rahmi
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Branding Pendidikan Islam di Era Digital: Analisis Konseptual melalui Studi Pustaka Yulia Rahmi; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.75

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam strategi branding lembaga pendidikan Islam guna memperkuat identitas dan daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep branding pendidikan Islam pada era digital melalui studi pustaka yang mengkaji literatur terkait teori branding, pemanfaatan media digital, faktor-faktor yang memengaruhi branding lembaga pendidikan Islam, serta tantangan yang dihadapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas branding dalam konteks pendidikan Islam tidak hanya bergantung pada promosi konvensional, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, kompetensi tenaga pendidik dan manajemen profesional, lingkungan pembelajaran yang kondusif, inovasi kurikulum, serta program unggulan. Media sosial dan platform digital berperan sebagai alat strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, meningkatkan kepercayaan, dan memperluas jangkauan branding. Namun, keterbatasan sumber daya manusia yang menguasai pemasaran digital serta resistensi terhadap perubahan merupakan tantangan utama yang perlu diatasi. Penelitian ini menyajikan kerangka konseptual sebagai landasan pengembangan strategi branding yang adaptif dan berkelanjutan bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika era digital.
Penggunaan Pin Emas Bagi Laki-Laki Perspektif Hadis Aida; Yulia Rahmi
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i1.122

Abstract

Emas merupakan benda berharga yang boleh dimanfaatkan oleh manusia, secara umum baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi secara khusus emas diharamkan bagi kaum laki-laki sebagaimanayang terdapat dalam penjelas hadis Nabi secara tekstual. Larangan tersebut terlihat kontra dengan perilaku masyarakat yang menjadikan penggunaan emas sebagai perhiasan dan aksesoris yang dipakai sehari-hari. Bahkan dijadikan sebagai penghargaan dalam bentuk pin emas yang diperuntukkan bagi laki-laki. Penggunaan pin emas ini apakah termasuk pada konteks larangan dalam hadis ataukah ada kebolehan untuk menggunakannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif berupa penelitian kepustakaan (library research), metode yang digunakan dalam teknik pengumpulan data penelitian ini adalah takhrij hadis yang kemudian mengkaji pemahaman hadis menggunakan kitab Syarah Al-Hadis untuk seterusnya mengkontekstualisasikan hadis. Sementara itu metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode tematik (maudhu’i) dengan pendekatan tekstual dan kontekstual untuk memahami hadis-hadis Nabi dan kitab Syarah yang berkaitan. Berdasarkan kajian dengan metode tematik dipahami bahwa konteks larangan penggunaan emas terkait dengan kondisi saat munculnya hadis. Dimana emas merupakan lambang kemewahan dan kekayaan. Larangan dalam hadis juga terkait dengan orang-orang tertentu yang dikhawatirkan akan memiliki sifat sombong ketika memakai emas, oleh sebab itu muncul pandangan ulama bahwa unsur pelarangan bersifat hukum dan juga bersifat moral. Berdasarkan konteks tersebut maka illat yang menjadi larangan adalah kondisi yang dikhawatirkan munculnya sifat sombong, sehingga penggunaan pin emas juga menjadi terlarang jika illat dari larangan tersebut ada pada penggunaan pin emas tersebut.