p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Lilis Suryani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kejadian Stunting di Puskesmas Rawa Bening Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2024 Elwana Elwana; Lilis Suryani; Chairil Zaman
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29491

Abstract

Anak yang mengalami stunting karena kurang gizi pada masa balitanya cenderung memiliki IQ yang rendah dibandingkan dengan anak normal. Mereka seringkali mudah mengantuk dan kurang bergairah dalam menerima pelajaran sehingga terdapat kesulitan dalam penyerapan materi. Desain dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah sasaran balita di wilayah kerja Puskesmas Rawa Bening Tahun 2023, berjumlah 47,587 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Penelitian ini telah di laksanakan pada Tanggal 18 Maret -23 April 2024. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan asi ekslusif (p value 0,00) dan sanitasi lingkungan (p value 0,00) terhadap kejadian stunting di Puskesmas Rawa Bening Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2024. Faktor yang dominan kejadian stunting di Puskesmas Rawa Bening Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2024, yaitu sanitasi lingkungan (p value 0,00) (OR 0,039). Kesimpulan hubungan asi ekslusif dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Rawa Bening Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2024. Bagi Puskesmas memberikan penyuluhan kesehatan tentang sanitasi lingkungan pada masyarakat dan lingkungan Masyarakat.
Analisis Kinerja Petugas Dalam Melengkapi Pengisian Rekam Medis di Puskesmas Muara Kulam Kabupaten Musi Rawas Utara Triana Triana; Ali Harokan; Lilis Suryani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31397

Abstract

Pelayanan rekam medis merupakan unit dengan kegiatan pelayanan penunjang secara profesional yang berorientasi pada kebutuhan informasi kesehatan bagi pemberi layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam Kabupaten Musi Rawas Utara. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah petugas kesehatan di Puskesmas Muara Kulam Tahun 2024. Sampel yang digunakan sebanyak 60 orang, dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 24 Maret 2024. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan  (p value 0,003), kepatuhan terhadap protap  (p value 0,015) dan standar ruangan dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam. Tidak ada hubungan usia (p-value 1,000), jumlah tenaga rekam medis (p value 0,63) dan pelatihan (p value 1,000) dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam Tahun 2024. Tidak ada hubungan usia (p value 1,000), jumlah tenaga rekam medis (p value 0,63) dan pelatihan (p value 1,000) dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam. Faktor yang paling dominan dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis yaitu pengetahuan (p value 0,002). Bagi Puskesmas hendaknya Puskesmas beralih rekam medis dengan sistem digitalisasi sehingga mudah dalam pencarian data pasien, pengentrian serta data pasien tidak mudah hilang dan mudah dalam mengakses data.