Nurhayatika Sidabutar
Universitas Prima Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kadar Gula Darah Terhadap Kerusakan Neuropati Pada Pasien Diabetes Melitus di RSU Royal Prima Medan Tahun 2024 Eben Haezer Harefa; Theresia Theresia; Yantriani Talunohi; Priscilia Ursula Rumondang Aruan; Nurhayatika Sidabutar; Karmila Br. Kaban
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43562

Abstract

Diabetes Melitus merupakan sebuah penyakit lebih dari 6 bulan yang terjadi disaat kelenjar pankreas tidak mampu mengeluarkan insulin atau pada saat sistem tubuh tidak dapat berhasil memanfaatkan hormon insulin yang telah dihasilkannya. Kadar Gula Darah dipengaruhkan dengan beberapa faktor-faktor salah satunya adalah sistem makan tidak terkontrol sehingga terjadinya hiperglikemia persisten hal ini menjadi adanya peningkatan aktivasi jalur poliol atau rute alternatif metabolisme glukosa. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Kadar Gula Darah Terhadap Kerusakan Neuropati Pada Pasien Diabetes melitus Di Rumah Sakit Universitas Royal Prima. Pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode non - eksperimental. Hasil : Kadar Gula Darah dari 50 responden, yaitu mayoritas mengalami KGD sangat tinggi sebanyak 30 responden (60%), dan minoritas mengalami Kadar Gula Darah tinggi berjumlah 20 responden (40%).mengalami Neuropati dengan Gula Darah sangat tinggi sebanyak 27 pasien (90.0%)dan Gula Darah yang tinggi berjumlah 2 pasien (10.0%). Sementara orang penderita Diabetes Melitus yang bukan mengalami Neuropati yang tinggi yaitu sebanyak 18 pasien (90.0%) dan yang sangat tinggi sebanyak 3 pasien (10.0%). hasil dari Chi-square yaitu dengan nilai 0,000.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Post Craniotomy et Causa Tumor Intrakranial dengan Intervensi Range of Motion: Studi Kasus di Intensive Care Unit RSU Royal Prima Medan Tahun 2026 Nurhayatika Sidabutar; Julia Fransisca Sinaga; Sarina Lahagu; Endah Juni Sastri Telaumbanua; Yosefhine Christine S. Sihombing; Kristina L Silalahi
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 2 No 1 (2026): : August: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/hk9kg677

Abstract

Post-craniotomy patients with intracranial tumors commonly experience respiratory instability, impaired cerebral perfusion, decreased consciousness, and immobilization requiring intensive nursing care in the Intensive Care Unit. This study aimed to analyze the implementation of passive Range of Motion (ROM) intervention in improving respiratory rate, oxygen saturation, and physiological responses in post-craniotomy patients. The study used a descriptive qualitative case study approach involving a 58-year-old male patient treated in the ICU of RSU Royal Prima Medan in March 2026. Data were obtained through clinical observation, respiratory assessment, vital sign monitoring, and medical record documentation using SDKI, SIKI, and SLKI standards. The findings indicated clinical improvement characterized by decreased respiratory rate, stable oxygen saturation, reduced ronchi and bloody sputum, lower restlessness, and improved activity tolerance. Passive ROM intervention contributed to physiological stabilization and prevention of immobilization-related complications during intensive care. These findings demonstrate that evidence-based nursing care supports neurocritical recovery and postoperative rehabilitation outcomes in post-craniotomy patients.