p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Odi Roni Pinontoan
Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Diare Pada Anak di Rumah Sakit Tingkat II R.W. Mongisidi Manado Veidi Powa; Odi Roni Pinontoan; Jeannette I. Ch. Manoppo; Oksfriani Jufri Sumampouw; Dina Rombot
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43613

Abstract

Pengetahuan dan pendidikan orang tua berperan besar dalam penerapan perilaku pencegahan seperti pemberian ASI eksklusif, kebersihan makanan, serta cuci tangan pakai sabun. Studi menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak yang menderita diare dibanding ibu dengan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit diare pada anak di Rumah Sakit Tingkat (RS Tk.) II R.W. Mongisidi Manado. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Variabel bebas yaitu usia orang tua, pendidikan orang tua, pengetahuan orang tua, dan sarana kesehatan. Variabel terikat yaitu perilaku pencegahan diare pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan orang tua (p= 0,729), usia orang tua (p= 0,316) dan pendidikan orang tua (p=1,000) dengan perilaku pencegahan diare anak sedangkan variabel sarana kesehatan diperoleh nilai p=0,024 (p< 0,05) yang berarti sarana kesehatan berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan diare anak. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dari semua variabel independen (bebas) yang diduga memengaruhi perilaku pencegahan diare anak terdapat 1 (satu) variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan diare anak dengan p-value 0,004 yaitu variabel sarana kesehatan. Nilai OR terbesar diperoleh yaitu 4,080 artinya sarana kesehatan dalam upaya pencegahan diare anak oleh responden mempunyai peluang 4,080 kali perubahan perilaku pencegahan diare anak. Kesimpulan penelitian ini yaitu sarana kesehatan merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan diare anak di RS Tk. II R.W. Mongisidi Manado.
Implementasi Strategi Promosi Kesehatan dalam Upaya Penurunan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Talawaan Minahasa Utara Jeini Ester Nelwan; Githa Maasawet; Alexander Sam Leonard Bolang; Odi Roni Pinontoan; Dina Victoria Rombot
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47212

Abstract

Masih tingginya prevalensi stunting secara nasional dan daerah, meskipun telah terjadi penurunan. Di Minahasa Utara, stunting menurun dari 20,5% pada 2022 menjadi 10,9% pada 2023. Namun, kasus di Puskesmas Talawaan tetap ada dan memerlukan intervensi yang sistematis. Tujuan untuk menganalisis implementasi strategi promosi kesehatan dalam upaya penurunan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, dan produktivitas individu. Meskipun angka stunting secara nasional menunjukkan penurunan, disparitas regional masih terjadi, sehingga diperlukan intervensi yang bersifat spesifik dan berbasis komunitas. Metode pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Empat informan dipilih secara purposive, terdiri atas petugas promosi kesehatan, pengelola program gizi, tokoh masyarakat, dan ibu yang memiliki balita. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, serta validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan terdiri atas tiga pendekatan utama: (1) advokasi, melalui pelibatan pemangku kebijakan desa dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan kesehatan; (2) dukungan sosial, yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi lokal dalam meningkatkan partisipasi masyarakat; dan (3) pemberdayaan masyarakat, melalui edukasi gizi, demonstrasi memasak, intervensi berbasis sekolah, serta pelatihan kader kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan berbasis komunitas berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting. Namun, keterbatasan sumber daya manusia, waktu, anggaran, serta rendahnya literasi kesehatan masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu diatasi