This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Ahmad Hariri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Strategis Sosialisasi Dan Pelatihan Dalam Meningkatkan Kepatuhan K3 Radiologi : Studi Kuantitatif Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Type A Ahmad Hasmi; Ahmad Hariri; Wilda Wahyuni; Agus Rochmat
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45629

Abstract

This study aims to analyze the influence of socialization and training on employee compliance with Radiation Occupational Health and Safety (OHS) procedures in the Radiology Unit of Hospital Type A. Utilizing a quantitative approach with an explanatory associative design, data were collected through a closed-ended questionnaire distributed to 50 respondents selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 26. The results indicate that both socialization and training have a significant effect on compliance with radiation safety procedures, with significance values of p = 0.001 and p = 0.000, respectively. The training variable (regression coefficient = 0.41) showed a greater impact on compliance compared to socialization (regression coefficient = 0.35). The regression model yielded a coefficient of determination (R²) of 0.481, indicating that 48.1% of the variance in compliance can be explained by the two independent variables. These findings highlight the importance of structured training programs and continuous safety socialization in fostering a strong safety culture within hospital radiology environments.
Kesenjangan Pendidikan dan Praktik: Analisis Kualitatif Pemanfaatan Lulusan Ultrasonografi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia Nurhasuna Nurhasuna; Edy Susanto; Agung Nugroho; Gatot Murti Wibowo; Yeti Kartikasari; Ahmad Hariri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52204

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan lulusan konsentrasi ultrasonografi (USG) di fasilitas pelayanan kesehatan, meskipun pendidikan berbasis kompetensi telah diterapkan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesesuaian penempatan kerja, relevansi kompetensi, serta faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan profesional lulusan USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui tiga Focus Group Discussion, wawancara mendalam dengan pemberi kerja, serta analisis dokumen tracer study dan kurikulum. Analisis tematik Braun dan Clarke digunakan untuk mengidentifikasi pola temuan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: pola kerja yang belum sepenuhnya sesuai kompetensi, relevansi kompetensi yang kuat namun tidak selalu diakui, faktor pendukung berupa kurikulum komprehensif, paparan klinik, dan mentorship, serta hambatan struktural seperti ketiadaan pengakuan formal profesi sonografer, ketidakjelasan klasifikasi jabatan, dan ambiguitas regulasi lingkup praktik. Sebanyak 59,04% lulusan bekerja sebagai sonografer penuh atau sambilan, sementara sisanya berada pada peran umum atau non-klinis. Kesimpulannya, lulusan memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi pemanfaatan mereka masih terhambat oleh ketidaksinkronan antara pendidikan, regulasi, dan struktur ketenagakerjaan. Reformasi kebijakan dan penegasan lingkup praktik diperlukan untuk meningkatkan integrasi profesional sonografer.
Peningkatan Akurasi Diagnostik Tissue Harmonic Imaging Ultrasound pada Populasi Overweight: Evaluasi Komparatif Ketajaman Dinding, Artefak Intralumen, dan Ketajaman Lesi Rahayu Nia Pratiwi; Sugeng Rianto; Agung Nugroho Setiawan; Rasyid Rasyid; Bambang Satoto; Ahmad Hariri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52205

Abstract

Latar belakang: Kualitas citra pada ultrasonografi abdomen menurun secara signifikan pada pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi akibat redaman akustik oleh jaringan adiposa. Keterbatasan ini mempengaruhi akurasi diagnostik penyakit kandung empedu, termasuk kolelitiasis, kolesistitis, dan polip. Tissue Harmonic Imaging (THI) dikembangkan untuk mengatasi degradasi citra dengan memanfaatkan propagasi gelombang non-linier yang menghasilkan frekuensi harmonik berkoherensi tinggi. Tujuan: Mengevaluasi secara kuantitatif dampak THI terhadap tiga parameter utama kualitas citra ultrasonografi kandung empedu ketajaman dinding anterior, penekanan artefak intra-lumen, dan kejelasan margin lesi pada pasien kelebihan berat badan. Metode: Studi komparatif berpasangan dilakukan pada 100 pasien BMI >25 kg/m² di Tirta Medical Center (Mei–Juni 2023). Setiap peserta menjalani dua urutan pencitraan berurutan: non-THI (fundamental imaging) dan THI, dengan parameter teknis yang distandarisasi. Dua radiolog independen menilai total 200 citra menggunakan skala ordinal empat tingkat (1–4). Hasil: THI menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh parameter dibandingkan non-THI. Ketajaman dinding anterior mencapai skor 2–3 pada 86% citra THI, sementara non-THI didominasi skor 1–2 (94%). Penekanan artefak internal meningkat drastis, dengan THI mencapai skor tertinggi (4) pada 52% citra dibanding 21% pada non-THI. Kejelasan lesi juga lebih baik pada THI (80% skor 3) dibanding non-THI (44% skor 3). Kesimpulan: THI secara konsisten meningkatkan kualitas citra ultrasonografi kandung empedu pada pasien kelebihan berat badan melalui peningkatan resolusi spasial, kontras, dan penekanan artefak. Temuan ini mendukung penggunaan THI sebagai protokol pencitraan standar untuk evaluasi hepatobilier pada populasi dengan BMI tinggi.