p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Yeni Rahmawati
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Ansietas dengan Intervensi Relaksasi Benson pada Pasien Pre Operasi Yang Mengalami Ansietas: Literature Review Yeni Rahmawati; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46114

Abstract

Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang dapat menimbulkan stres fisiologis dan psikologis, khususnya kecemasan pada pasien sebelum operasi (pra operasi). Kecemasan ini dapat memengaruhi kondisi kardiovaskular, memperburuk proses penyembuhan, serta meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah tindakan operasi. Manajemen ansietas yang efektif sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Salah satu teknik non farmakologis yang digunakan adalah relaksasi Benson, yang dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik, menurunkan konsumsi oksigen jantung, dan memberikan efek relaksasi yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengkaji efektivitas terapi relaksasi Benson dalam mengelola kecemasan pasien pra operasi. Pencarian jurnal dilakukan pada database Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed dengan kriteria inklusi jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris, terbit dalam lima tahun terakhir (2021–2025), dan relevan dengan topik. Dari 28 jurnal yang ditemukan, 10 jurnal dipilih untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa relaksasi Benson secara signifikan dapat mengurangi tingkat ansietas pada pasien pra operasi, memberikan manfaat praktis sebagai intervensi keperawatan yang mudah diterapkan. Dengan demikian, relaksasi Benson layak dijadikan pilihan dalam manajemen kecemasan pra operasi guna meningkatkan kualitas perawatan pasien dan hasil tindakan medis.
Penerapan Intervensi Pemberian Minyak Zaitun Pada Pasien Pruritus di Ruang Hemodialisa: Evidence Based Practice Okti Sri Purwanti; Aldhi Rangga Saputra; Annisa Risma Rahmawati; Yeni Rahmawati; Intan Rizqy Nuraliffani; Erni Susanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50564

Abstract

Latar belakang : Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis dan berdampak signifikan pada kualitas hidup, terutama kenyamanan tidur dan kondisi kulit. Penatalaksanaan pruritus dapat dilakukan secara farmakologis maupun non-farmakologis, salah satunya melalui penggunaan emolien alami seperti minyak zaitun. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak zaitun topikal dalam menurunkan intensitas pruritus, memperbaiki kelembapan kulit, serta meningkatkan kenyamanan tidur pasien hemodialisis. Metode : Penelitian dilakukan pada 15 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan intervensi pemberian minyak zaitun dua kali sehari selama empat minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen 5-D Itch Scale serta penilaian subjektif pasien terkait frekuensi menggaruk, kenyamanan tidur, dan kelembapan kulit. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor pruritus secara signifikan dari rata-rata 17,40 sebelum intervensi menjadi 8,73 setelah intervensi (p < 0,05). Selain itu, frekuensi menggaruk menurun dari rata-rata 5,00 menjadi 2,00, kenyamanan tidur meningkat dari 2,47 menjadi 3,73, dan kelembapan kulit meningkat dari 2,40 menjadi 4,40. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test yang mengonfirmasi adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan : pemberian minyak zaitun efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, praktis, dan ekonomis untuk mengurangi pruritus serta meningkatkan kenyamanan pasien hemodialisis.