Siti Rofiatun Rosida
Universitas Sragen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Dengan Perilaku Seks Bebas Pada Remaja di SMK Negeri 1 Sragen Lestyani Lestyani; Sudaryanto Sudaryanto; Siti Rofiatun Rosida; Lelly Dwi Kuntari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47807

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi pada kelamin yang penyakit sudah dikenal sejak dahulu. Penularan IMS sering dihubungkan dengan perilaku seksual yang beresiko, misalnya perilaku seseorang yang berganti – ganti pasangan seks. Perilaku ini bisa dilakukan oleh beberapa kalangan orang, dari usia remaja sampai lanjut usia resiko terpapar dengan perilaku seks bebas. Dari segi psikologis remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin mencoba hal yang baru, maka dari itu banyak remaja yang melakukan perilaku seks bebas. Zaman digitalisasi saat ini juga menjadi mendorong remaja melakukan perilaku seks bebas, karena adegan dan kegiatan seks yang mudah diakses sewaktu – waktu. Remaja yang sudah terpapar dengan adegan seks dari internet, mendorong mereka untuk melakukan perilaku seks bebas dengan teman atau pacarnya. . Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seks bebas pada remaja di SMKN 1 Sragen. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasi dan model pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 94 siswa. Hasilnya bahwa mayoritas responden dengan tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 49 responden (52,1%), sedangkan perilaku seks bebas mayoritas responden memiliki perilaku tidak menyimpang sebanyak 82 responden (87,2%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan ketentuan Pearson Chi-Square diperoleh p-value sebesar 0,000 dimana nilai signifikan α < 0,05, sehingga menunjukan p-value < 0,05. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seks bebas di SMK Negeri 1 sragen. Kesimpulannya ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seks bebas di SMK Negeri 1 Sragen.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG BULLYING DI SMP 2 GONDANG SRAGEN Sudaryanto; Lestyani; Siti Rofiatun Rosida; Dila Lestari
Jurnal Osadhawedyah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Osadhawedyah | Februari - April
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bullying merupakan ancaman yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang menimbulkan gangguan fisik atau psikis. Di perkirakan 30,5% remaja di dunia mengalami bullying. Di Indonesia sebanyak 84% anak usia sekolah mengalami kasus bullying. Perilaku bullying di Jawa Tengah menunjukkan sebanyak 13.1% remaja menjadi korban bullying. Badan Pusat Statistik Jawa Tengah melaporkan di Kabupaten Sragen terdapat setidaknya 30 anak usia 0-18 tahun menjadi korban kekerasan. Berdasarkan data anak yang tidak sekolah di Kabupaten Sragen tahun 2023 dilaporkan terdapat 1.143 anak tidak sekolah diantaranya terdapat 25 anak tidak bersekolah karena menjadi korban bullying. Salah satu kasus bullying di Kabupaten Sragen yang sempat viral di berbagai media surat kabar dan media sosial adalah kasus bullying yang terjadi di SMPN 2 Gondang di tahun 2023 dan kembali terulang viral dan menjadi sorotan publik ditahun 2025. Kurangnya pengetahuan mengenai bullying menjadi salah satu penyebab tingginya angka kasus bullying. Pendidikan kesehatan menjadi satu upaya preventif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa, khususnya melalui metode yang menarik seperti video. Tujuan, mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode video tehadap pengetahuan siswa tentang bullying. Metodologi, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 87 responden dengan teknik stratified random sampling. Intrumen untuk pengumpulan data berupa kuesioner dengan uji analisis data dengan menggunakan paired T Test. Analisa data penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 14 tahun sebanyak 37 responden (42,5%), mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 responden (60,9%), mayoritas memiliki pengetahuan bullying yang baik pada pretest sebanyak 45 responden (51,7%) dan mayoritas memiliki pengetahuan bullying yang baik pada posttest sebanyak 75 responden (86,2%), hasil uji statistic paired t-test diperoleh nilai signifikansi (p-value) 0,000 <0,05. Kesimpulan, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode video terhadap pengetahuan siswa tentang bullying di SMP 2 Gondang Sragen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah, khususnya melalui penguatan program pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual. Selain itu, bukti empiris dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun perawat komunitas untuk merancang intervensi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam mencegah dan melaporkan tindakan bullying.