p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Amran Julianto Tanesib
Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review: Faktor Risiko Kelelahan Kerja Pada Perawat di Rumah Sakit Antonio Bernardino; Amran Julianto Tanesib; Hendra Djamalus
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48359

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang rentan mengalami kelelahan kerja akibat tingginya tuntutan fisik, mental, dan emosional dalam memberikan pelayanan keperawatan. Kelelahan ini berdampak negatif terhadap kesehatan perawat, menurunkan kualitas pelayanan, serta meningkatkan risiko kesalahan klinis dan turnover. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan merangkum faktor-faktor risiko kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit melalui tinjauan literatur. Penelitian ini merupakan literature review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan SAGE Journals, dengan rentang tahun publikasi 2019-2025. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan diperoleh 8 artikel yang dianalisis secara tematik naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada perawat dipengaruhi oleh empat kelompok faktor utama, yaitu: (1) beban kerja fisik dan mental, (2) pola kerja dan shift malam, (3) lingkungan kerja dan dukungan organisasi, serta (4) faktor individu dan gaya hidup. Beban kerja mental, kurang tidur, jadwal kerja panjang, serta kurangnya dukungan manajemen menjadi faktor dominan penyebab kelelahan. Kelelahan kerja pada perawat merupakan masalah kompleks yang membutuhkan pendekatan holistik. Upaya pencegahan dan penanganan harus mencakup perbaikan sistem kerja, manajemen beban kerja, dukungan organisasi, serta promosi gaya hidup sehat untuk menjaga kesejahteraan perawat dan mutu pelayanan rumah sakit.
Determinasi Sosiodemografi terhadap Supresi Viral Load pada Orang Dengan HIV di Oecusse-Timor Leste Lolita Lay dos Santos; Amran Julianto Tanesib; Sabarinah Prasetyo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52075

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global. Target 95-95-95 UNAIDS menekankan pentingnya pencapaian supresi viral load untuk menekan transmisi HIV dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV). Namun, di Timor Leste, hanya 42,4% ODHIV yang mencapai supresi viral load, jauh di bawah target global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi faktor sosiodemografi terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari rekam medis pasien HIV di wilayah Oecusse. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 46 ODHIV. Variabel dependen adalah jumlah viral load (<1000 kopi/ml dan ≥1000 kopi/ml), sedangkan variabel independen meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan 52,2% pasien memiliki viral load <1000 kopi/ml. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=1,000), usia (p=0,869), tingkat pendidikan (p=0,182), dan status perkawinan (p=0,700) dengan jumlah viral load. Meskipun pendidikan rendah menunjukkan kecenderungan supresi lebih tinggi, perbedaannya tidak signifikan. Faktor sosiodemografi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar serta mempertimbangkan variabel klinis dan kepatuhan terapi ART diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi HIV.