Najla Khalisha Yafi
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Strategi Koping Pada Mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Najla Khalisha Yafi; Noor Alis Setiyadi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48640

Abstract

Koping adalah strategi yang dapat dilakukan seseorang jika sedang dalam kesulitan maupun perasaan tidak nyaman seperti stres, cemas dan depresi. Menurut data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) tahun 2018 rentang usia >15 tahun biasanya akan mengalami gangguan mental emosional, sekitar 703.946 jiwa. Data Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bahwa sebanyak 55% penduduk Indonesia mengalami stress. Mahasiswa akan menghadapi banyak rintangan selama perkuliahan berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan strategi koping pada mahasiswa angkatan 2022 di fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini merupakan mahasiswa angkatan 2022 sebanyak 684 orang dan jumlah responden yaitu 227 mahasiswa. Analisis penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil didapatkan kategori tingkat stres tinggi sebanyak 132 orang dengan presentase 58,1% sedangkan kategori tingkat stres sedang sebanyak 95 orang dengan hasil presentasi 41,9%. Mahasiswa dengan kategori sedang yang menggunakan koping adaptif 75 orang (33,0%) koping maladaptif 20 orang (8,8%) dan kategori lainnya tinggi yang menggunakan koping adaptif 84 orang (37,0%), koping maladaptif 48 orang (21,1%). Hasil dari uji Chi-Square mengindikasikan, nilai p value 0,013 (p < 0,05) yang berartikan bahwa adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat stress dan strategi koping pada mahasiswa.
Penyuluhan DBD sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan DBD di Desa Tegalsari Nuraini Widia Santosa; Anaelia Syakilla Maharatna; Meylia Puspitasari; Avisa Silviana Adi Astuti; Muhammad Naufal Mizan Auladi; Najla Khalisha Yafi; Inasya Safira Ramadiani Putri Adi; Viona Diva Indi Astra Fatoni; Sri Utami; Dwi Astuti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang jumlah penderita dan penyebarannya sejalan dengan kepadatan penduduk terutama di Indonesia. Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 hingga tahun 2024 terkait dengan demam berdarah yaitu terdapat 100 kasus pada tahun 2017, 170 kasus tahun 2018, 433 kasus tahun 2019, 201 kasus 2021, 194 kasus 2022, 83 kasus 2023 dan pada tahun 2024 ini tercatat 45 kasus yang sudah masuk. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu di posyandu balita melalui penyuluhan. Metode: 1) Survei Mawas Diri (SMD), 2) Musyawarah Masyarakat Desa, 3) Persiapan materi dan media, 4) Pre-test, 5) Penyuluhan, 6) Post-test. Hasil: Nilai pre-test yang memiliki pengetahuan baik sebesar 58,1% dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 41,9%. Setelah diberikan penyuluhan diperoleh nilai post-test yang memiliki pengetahuan baik 88,4% dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 11,6%. Simpulan: Penyuluhan mengenai DBD memberikan dampak yang baik kepada masyarakat, terbukti dari adanya peningkatan pengetahuan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuannya dalam melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dalam kehidupan sehari-hari.