Monna Maharani Hidayat
Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Kehamilan Merupakan Faktor Dominan Yang Memengaruhi Kejadian Depresi Postpartum Pada Populasi Ibu Postpartum di Wilayah Bandung Timur Siti Kurnasih; Yati Afiyanti; Monna Maharani Hidayat; Windy Natasya Al Baihaqi; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49323

Abstract

Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental yang umum terjadi setelah persalinan dan berdampak signifikan pada kesejahteraan ibu, bayi, dan keluarga secara keseluruhan. Salah satu aspek yang diyakini berkontribusi terhadap kejadian depresi postpartum adalah perencanaan kehamilan, di samping dukungan suami dan karakteristik ibu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dukungan suami dan kejadian depresi postpartum serta karakteristik yang memengaruhi pada ibu postpartum di wilayah Bandung Timur. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 103 subjek direkrut secara cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dukungan suami, perencanaan kehamilan dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan kehamilan merupakan faktor dominan yang berpengaruh signifikan terhadap depresi postpartum (p = 0,001), di mana ibu yang tidak merencanakan kehamilan memiliki risiko 7,902 kali lebih besar mengalami depresi postpartum setelah dikontrol variabel dukungan suami dan jenis dukungan. Dukungan suami secara umum maupun jenis dukungan (emosional, instrumental, informatif) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan depresi postpartum (p > 0,05). Variabel usia ibu dan jenis persalinan bertindak sebagai confounder, namun tidak berpengaruh signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa perencanaan kehamilan merupakan faktor utama yang berperan dalam kejadian depresi postpartum pada ibu postpartum di wilayah Bandung Timur.
Determination of Factors Affecting the Incidence of Anemia in Pregnant Women Leny Blegur; Iin Inayah; Murtiningsih Murtiningsih; Tetty Solehati; Monna Maharani Hidayat
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.294

Abstract

Anemia in pregnant women remains a global health problem, including in Timor Leste, where its prevalence is notably high. This study aimed to analyze the factors influencing the incidence of anemia among pregnant women at Centro Saude Komunitaria Becora, Dili. A quantitative study was conducted using an analytical cross-sectional design. The study population comprised all pregnant women diagnosed with iron deficiency anemia in July 2025, totaling 115 individuals, all of whom were included as respondents using a total sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire tested for validity (p < 0.05) and reliability (Cronbach’s Alpha = 0.838). Variables examined included maternal age, parity, education, income, ANC visit frequency, knowledge level, compliance with iron supplementation, and anemia status based on hemoglobin levels (<11 g/dL). Data were analyzed using univariate statistics for frequency distribution, bivariate analysis with Chi-Square tests, and multivariate analysis using binary logistic regression (95% CI; p < 0.05). Results revealed six significant factors: age, parity, education, income, ANC visit frequency, and knowledge. High parity (multiparity) emerged as the dominant risk factor (OR = 43.560), while other factors were protective. In conclusion, anemia in pregnant women is more strongly influenced by sociodemographic and behavioral factors than by supplementation compliance alone. Therefore, interventions should emphasize nutrition education, strengthening ANC services, economic empowerment, and optimal birth spacing strategies.