Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Teh Dengan Kadar Hemoglobin Pada Penderita Anemia di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Ramona Frisca Ariansyah; Inawati Inawati; Harman Agusaputra; Pratika Yuhyi Hernanda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49976

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, terutama pada remaja dan wanita usia subur. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kadar hemoglobin adalah kebiasaan konsumsi teh, karena kandungan tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi teh dengan kadar hemoglobin pada penderita anemia di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 30 responden berusia 17–50 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai kebiasaan konsumsi teh, asupan zat besi, serta gejala anemia, sementara kadar hemoglobin diukur menggunakan hemoglobin meter. Hasil analisis Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi teh dengan kadar hemoglobin (p=0,936). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin (p=0,044) dan antara jenis anemia dengan gejala klinis (p=0,009). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kadar hemoglobin pada responden adalah asupan zat besi, sedangkan kebiasaan konsumsi teh tidak terbukti berpengaruh signifikan.
Kursus Singkat Monitoring Perkembangan Balita Dalam Penanganan Stunting Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Surabaya Hebat Inawati Inawati; Titiek Sunaryati; Harman Agusaputra; Putu Oky Ari Tania
Journal of Community Development Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i2.275

Abstract

Undernutrition is responsible for nearly 50% child deaths, especially in poor countries. Approximately 25% of toddlers worldwide experience stunted which is associated with mortality, cognitive impairment and reduced productivity. The mission of the Kementrian Kesehatan is to improve the level of public health through community empowerment (Posyandu). especially in Surabaya with the empowerment of Kader Surabaya Hebat (KSH). Wonokromo District, with an area of ​​8.42 Km2 and occupying 2.55% of the area of ​​Surabaya city, has 3 access to primary health facilities, covering 6 sub-districts (Kelurahan). The ratio of community health centers per Wonokromo sub-district is 1.9, this shows that the coverage of primary health access in Wonokromo is quite good. KSH knowledge needs to be improved through education, short courses and monitoring. The aim of this Pengabdian  activity is to increase knowledge regarding monitoring the toddlers development, especially in handling stunting toddlers. This activity was able to increase the knowledge of KSH as shown by an increase in the highest score of 100, from 10% to 54.2%. Increasing KSH knowledge is a first step so that it can be applied to the community, namely toddlers in the Wonokromo health center area, so that monitoring of stunting toddlers can run and can prevent or even reduce the stunting rate in Wonokromo.