Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Riwayat Kehamilan Berisiko Terhadap Bayi Yang Dilahirkan : Scoping Review Sri Andriani; Sri Achadi Nugraheni; Siti Fatimah Pradigdo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50122

Abstract

Kehamilan berisiko meningkatkan komplikasi bagi ibu dan bayi yang dilahirkan, seperti kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR), yang berkontribusi pada tingginya angka kematian bayi. Tujuan: Menjelaskan jenis kehamilan berisiko dan dampaknya terhadap bayi. Metode: Scoping review dengan kerangka Arksey dan O'Malley, dengan memanfaatkan data yang diambil dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel terakreditasi Q1–Q4 dan Sinta 1–4 yang relevan selama 10 tahun terakhir dianalisis secara tematik. Hasil: Kehamilan berisiko, seperti hipertensi, preeklampsia, anemia, diabetes gestasional, KEK dan dan riwayat abortus , berdampak pada BBLR, prematuritas, makrosomia, gangguan pernapasan, hipoglikemia, serta kelainan bawaan pada bayi. Kesimpulan: Kehamilan berisiko memengaruhi kesehatan bayi secara signifikan. Pengelolaan risiko kehamilan dibutuhkan untuk menghindari komplikasi dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi. Kata Kunci: Kehamilan berisiko, Pertumbuhan bayi, Hasil kelahiran, Dampak komplikasi kehamilan
Pola Makan Dan Gaya Hidup Sebagai Determinan Overwight Dan Obesitas Pada Balita : Systematic Review Agung Wicaksono; Apoina Kartini; Siti Fatimah Pradigdo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55816

Abstract

Latar belakang Overweight dan obesitas pada balita semakin menjadi masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Perubahan pola makan keluarga, meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, serta gaya hidup sedentari dengan screen time berlebihan memperburuk status gizi anak usia dini. Kondisi ini menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular di masa dewasa. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkait pola makan dan gaya hidup sebagai determinan overweight dan obesitas pada balita, serta mengidentifikasi tren, tantangan, dan peluang intervensi kesehatan masyarakat. Metode Penelitian menggunakan pendekatan scoping review dengan tahapan sistematis berdasarkan kerangka PRISMA. Sebanyak 10–13 jurnal terpilih terpilih dianalisis secara tematik menggunakan kata kunci terkait pola makan, aktivitas fisik, screen time, durasi tidur, dan obesitas balita. Hasil Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, konsumsi fast food, serta rendahnya asupan buah dan sayur konsisten meningkatkan risiko overweight. Gaya hidup dengan aktivitas fisik rendah, screen time berlebihan, dan durasi tidur kurang juga berkontribusi signifikan terhadap obesitas balita. Kesimpulan Tinjauan ini menyimpulkan bahwa pola makan dan gaya hidup merupakan determinan utama overweight dan obesitas pada balita. Intervensi pencegahan harus dilakukan secara holistik melalui edukasi gizi, promosi aktivitas fisik, pembatasan screen time, serta kebijakan kesehatan masyarakat yang mempertimbangkan faktor sosioekonomi. Kata Kunci: Pola makan, gaya hidup, overweight, obesitas, balita, tinjauan sistematis
Tinjauan Cakupan: Faktor-faktor yang Berkontribusi pada Keberhasilan Intervensi Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Asupan Protein Hewani pada Anak Usia 6–23 Bulan (Studi di Negara Berpendapatan Rendah dan Menengah) Fathimah Asri Fadhilah Aulia; Sri Achadi Nugraheni; Siti Fatimah Pradigdo; Muflihatun Nisa
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1399

Abstract

Purpose: The intake of animal protein among children aged 6–23 months in low-income and middle-income countries remains far below WHO recommendations. This scoping review aims to map community health worker–based interventions in improving animal protein intake during complementary feeding. Methods: Through a systematic search of the Scopus, PubMed, and EBSCOhost databases, 12 studies from various low-income and middle-income countries were analyzed using the Joanna Briggs Institute appraisal tool. Twelve studies from Africa, Asia, and Latin America met the inclusion criteria. All studies reported improvements in maternal knowledge related to animal-source protein (ranging from 19% to 37%) and positive changes in complementary feeding practices, including increased consumption of animal-source foods and improved dietary diversity. Several studies also demonstrated favorable impacts on child nutritional status, with reductions in stunting of up to 8.1%. Five main intervention strategies were identified: face-to-face nutrition education, community-based behavior change communication, home visits, combined lipid-based supplementation, and practical learning approaches. Ten enabling factors were consistently reported, particularly adequate CHW training, strong health system support, high CHW motivation, family involvement, and availability of local animal-source foods. Conversely, nine major barriers were identified, most notably household economic constraints, which were reported across all studies. Conclusion: Community-based interventions led by community health workers are effective in improving animal-source protein intake and complementary feeding practices among children under two years of age in LMICs. Program success depends on the interaction between well-trained and supported CHWs, enabling household and community environments, and broader socioeconomic conditions. Addressing structural barriers, especially household economic limitations, is essential to sustain and scale up effective interventions.