p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Guling Setiawan
STIKes RS. Dustira

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang Kesiapsiagaan Bencana Pada Kader Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung Dadang Darmawan; Guling Setiawan; Triana Dewi Safariah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50658

Abstract

Bencana alam merupakan suatu peristiwa kerusakan lingkungan yang melebihi kapasitas masyarakat untuk menghadapinya, sehingga dapat menimbulkan ancaman terhadap keselamatan jiwa serta kerugian pada kesejahteraan fisik, mental dan sosial (Braitberg, 2022; Stralen dkk., 2021). Suatu peristiwa dikatakan sebagai bencana ketika suatu ancaman atau bahaya menimbulkan kerentanan pada individu maupun komunitas. Bahaya yang ditimbulkan bencana tergantung dari karakteristik bencana tersebut, tingkat kerentanan populasi, serta kemampuan penanggulangan terhadap bencana (Braitberg, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap kader di Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada 42 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total responden sebanya 42 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang di bagikan secara online, terdapat dua kuesioner yaitu kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Kuesioner pengetahuan berjumlah 30 butir pertanyaan dengan skala guttman, kuesioner sikap berisi 10 pernyataan dengan skala likert 1-5. Analisis data menggunakan uji univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan dan sikap kader dan uji bivariat untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 19-44 tahun sebanyak 31 responden (73,8%), sedang lainnya berada pada rentang usia 45-59 tahun sebanyak 11 responden (26,2%), didapatkan juga hasil bahwa pengetahuan kader di Desa Mekarwangi berada pada rentang baik dan cukup. Pada kategori baik terdapat 22 responden (52,4%), dan kategori cukup sebanyak 20 responden (47,6%) dan sebanyak 21 responden (50%) menunjukkan sikap positif dan 21 responden (50%). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan kader dengan sikap kesiapsiagaan bencana, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,618 menandakan adanya hubungan yang kuat dan bersifat positif. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan kader, semakin positif juga sikap kader terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kader memiliki peranan penting dalam membangun kesiapsiagaan bencana di tingkat masyarakat
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Lanjut Usia dalam Kegiatan Posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamanah Kabupaten Bandung Dadang Darmawan; Guling Setiawan; Siti Zulva
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60405

Abstract

Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) merupakan program kesehatan berbasis komunitas yang menjadi ujung tombak deteksi dini penyakit tidak menular pada kelompok lanjut usia (lansia) di Indonesia. Namun, rata-rata partisipasi lansia dalam kegiatan Posbindu secara nasional hanya 47,51%—jauh di bawah target pemerintah. Rendahnya partisipasi lansia berdampak pada terlambatnya deteksi risiko PTM dan memburuknya kualitas hidup lansia. Berdasarkan data Survei Manifestasi Kesehatan Daerah (SMD) PKP 2026 di wilayah 5 dusun, terdapat 1.257 keluarga yang memiliki anggota lansia (63,2% dengan keluhan penyakit), namun keterlibatan aktif dalam Posbindu masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi lanjut usia dalam kegiatan Posbindu di wilayah 5 dusun wilayah kerja puskesmas Sukamanah Kabupaten Bandung Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berbasis komunitas (community-based study). Populasi penelitian adalah seluruh lansia usia ≥60 tahun yang berdomisili di wilayah 5 dusun. Besar sampel sebanyak 257 lansia dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen meliputi: pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan kader, jarak ke Posbindu, status kesehatan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Variabel dependen adalah partisipasi aktif dalam kegiatan Posbindu. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda (α = 0,05). Hasil Penelitian menunjukkan Partisipasi aktif lansia dalam Posbindu ditemukan sebesar 44,7% (n = 115). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p < 0,001; OR = 3,84), sikap (p < 0,001; OR = 3,21), dukungan keluarga (p < 0,001; OR = 4,67), dukungan kader (p = 0,001; OR = 3,05), jarak ke Posbindu (p = 0,003; OR = 2,41), dan status pekerjaan (p = 0,002; OR = 2,18) dengan partisipasi lansia. Analisis regresi logistik ganda menunjukkan dukungan keluarga merupakan faktor paling dominan (OR adjusted = 5,34; 95%CI 2,89–9,86; p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Dukungan keluarga, pengetahuan, sikap, dukungan kader, jarak ke Posbindu, dan status pekerjaan secara signifikan mempengaruhi partisipasi lansia dalam kegiatan Posbindu. Intervensi keperawatan komunitas yang mengintegrasikan pendekatan pemberdayaan keluarga, pelatihan kader, dan edukasi kesehatan lansia berbasis dusun direkomendasikan untuk meningkatkan partisipasi aktif lansia.