Penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya antara lain disebabkan oleh kanker payudara. Penatalaksanaan pada pasien kanker salah satunya dengan pembedahan. Permasalahan yang ditimbulkan setelah post operasi pada pasien kanker adalah nyeri post operasi. Terapi self healing merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi nyeri post operasi pada pasien kanker payudara. Pendekatan model terapi self healing melalui virtual reality memungkinkan pasien untuk merasakan imajinasi dalam lingkungan tiga dimensi yang memungkinkan penyampaian ransangan sensorik melalui layar yang dipasang di kepala dan perangkat khusus. Pendekatan ini dapat membantu pasien dalam menurunkan nyeri post operasi pada pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas terapi self healing berbasis virtual reality terhadap skala nyeri post operasi pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini quasi eksperiment dengan desain one group pre-test and post-test design. Sampel pada penelitian ini adalah pasien post operasi kanker payudara sebanyak 20 orang responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pada selisih skor nyeri sebelum diberikan terapi dengan sesudah diberikan terapi self healing berbasis virtual reality (p = 0,000, α = 0,05) sehingga disimpulkan bahwa terapi Self Healing berbasis virtual reality efektif dalam menurunkan nyeri terhadap skala nyeri post operasi pasien kanker payudara. Intervensi terapi self healing berbasis virtual reality dapat menjadi salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan perawat dalam menurunkan nyeri pada pasien post operasi kanker payudara.