p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pembatasan Cairan pada Pasien Ckd yang Menjalani Hemodialisis dengan Intervensi Sipping Ice Cube Melalui E-Booklet di Ruang Penyakit dalam Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52472

Abstract

Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis berisiko tinggi mengalami kelebihan volume cairan akibat ketidakpatuhan terhadap pembatasan asupan cairan, yang dapat memicu edema, hipertensi, hingga gangguan jantung. Salah satu inovasi edukasi untuk membantu mengontrol rasa haus adalah intervensi sipping ice cube menggunakan media e-booklet. Implementasi keperawatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien CKD terkait pembatasan cairan di ruang rawat inap Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah Evidence-Based Nursing Practice melalui edukasi interaktif menggunakan e-booklet berisi informasi mengenai batas cairan, risiko kelebihan cairan, serta langkah penerapan intervensi sipping ice cube. Edukasi diberikan dalam satu sesi, kemudian dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan ganda. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami peningkatan pengetahuan, dari kategori kurang menjadi cukup dalam memahami pentingnya pembatasan cairan. Edukasi pembatasan cairan melalui e-booklet dengan intervensi sipping ice cube terbukti efektif meningkatkan tingkat pengetahuan pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Pendekatan ini dapat direkomendasikan sebagai inovasi edukatif berbasis teknologi untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam manajemen cairan.
Implementation of Nursing Risk Management in Terminal-Stage CKD Patients in the Inpatient Unit: A Case Study Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki; Siti Rahmalia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52495

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek utama mutu pelayanan kesehatan dan menjadi tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan, terutama perawat. Pasien dengan penyakit ginjal kronik berada pada risiko tinggi terhadap insiden keselamatan karena kompleksitas terapi dan gangguan metabolik yang berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko keperawatan pada pasien CKD stadium terminal dengan komplikasi asidosis metabolik dan hiperkalemia di RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan analisis HIRARC untuk menilai kemungkinan dan tingkat keparahan risiko. Hasil identifikasi menunjukkan lima situasi berisiko tinggi, yaitu: pemberian elektrolit pekat tanpa pengenceran yang benar, kesalahan dosis atau kecepatan infus, risiko infeksi jalur intravena akibat ketidakpatuhan asepsis, komunikasi tim yang tidak efektif, serta kelelahan dan beban kerja perawat. Risiko tertinggi ditemukan pada pemberian elektrolit pekat dengan skor 9 (kategori tinggi). Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi double check, penggunaan infusion pump, kepatuhan hand hygiene, komunikasi SBAR, serta pengaturan beban kerja. Penerapan manajemen risiko secara konsisten dapat menekan potensi insiden keselamatan dan meningkatkan mutu pelayanan melalui budaya keselamatan yang berkelanjutan.