p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Dwi Kartika Jayanti
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Social Stigma And Treatment Adherence Among People Living With Tbc–Hiv Coinfection: A Study At Jayapura Regional Hospital Dwi Kartika Jayanti; Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52781

Abstract

Orang dengan Koinfeksi TBC–HIV sering mengalami stigma sosial, yang dapat menyebabkan isolasi sosial dan kepatuhan pengobatan yang rendah. Kepatuhan sangat penting untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stigma sosial dengan tingkat kepatuhan pengobatan orang dengan TBC-HIV di RSUD Jayapura. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 34 Orang dengan TBC-HIV yang dipilih secara total sampling, dilaksanakan pada bulan Mei 2025 di Poliklinik TBC-HIV RSU Jayapura. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 26–35 tahun (44,1%), laki-laki (76,5%), berpendidikan SMA (64,7%), tidak bekerja (55,9%), dan berstatus ekonomi rendah (91,2%). Sebagian besar beretnis Papua (76,5%) dan mengalami sakit <6 bulan (61,8%). Sebesar 58,8% responden mengalami stigma yang tinggi, dan 47,1%, 23,5%, serta 29,4% menunjukkan tingkat kepatuhan pengobatan yang rendah, sedang, dan tinggi. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan stigma sosial dan kepatuhan pengobatan (p=0,043, α<0,05). Tingkat stigma sosial yang tinggi secara signifikan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan yang rendah. Peran aktif perawat sangat penting dalam memberikan edukasi, konseling dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pengobatan.
Peer Support, Stigma dan Kesehatan Mental: Studi Tentang Dampak Psikologis Pada Orang Dengan Koinfeksi TB-HIV di RSU Jayapura Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto; Alfian Bayu Indrawan; Alini Alini; Dwi Kartika Jayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.55204

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan koinfeksi TB-HIV yang menimbulkan kondisi klinis kompleks serta memperberat perjalanan penyakit akibat pengobatan jangka panjang, efek samping obat, dan ketidakpatuhan terapi. Selain tantangan klinis, OD-TB/HIV juga menghadapi beban psikososial yang signifikan, terutama stigma, yang berdampak pada kesehatan mental. Peer support berpotensi mengurangi stigma dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peer support dan stigma dengan kesehatan mental OD-TB/HIV melalui desain kuantitatif korelasional cross-sectional di RSU Jayapura. Sampel terdiri dari 35 OD-TB/HIV yang menjalani pengobatan, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi, stigma TB dan HIV, serta SRQ-20, yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan OD-TB/HIV didominasi oleh laki-laki, berusia dewasa awal, ekonomi rendah, pendidikan menengah dengan lama pengobatan 3-6 bulan. Dukungan teman sebaya yang kurang optimal serta tingginya stigma TB dan HIV berhubungan signifikan dengan gangguan kesehatan mental pada OD-TB/HIV. Dukungan sebaya berperan sebagai faktor protektif terhadap kesehatan mental, sedangkan stigma TB dan HIV menjadi faktor risiko yang memperburuk kondisi psikologis. Penguatan program peer support dan integrasi skrining kesehatan mental perlu menjadi bagian dari layanan komprehensif TB-HIV untuk meningkatkan kualitas hidup OD-TB/HIV.