p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Erwin Gunawan
Universitas Kadiri

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eksplorasi Peningkatan Pengetahuan Kebersihan Mulut Anak Usia Prasekolah Melalui Program Edukasi Di TK Al-Munawaroh Kediri Ibnu Gunawan; Afrida Nurmalasari; Joko Widyastomo; Nabila Rifda; Erwin Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52973

Abstract

Abstrak Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan mulut yang paling banyak dialami anak usia dini. Riskesdas 2018 mencatat prevalensi karies sebesar 81,1% pada anak usia 3–4 tahun dan meningkat menjadi 92,6% pada usia 5–9 tahun. Kerentanan ini diperburuk oleh kebiasaan konsumsi makanan manis, teknik menyikat gigi yang kurang tepat, serta rendahnya pengetahuan anak dan orang tua mengenai kesehatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi terhadap peningkatan pengetahuan anak prasekolah di TK Al-Munawaroh Kediri. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025 menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik bersama, ice breaker, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 24 anak mengikuti kegiatan ini. Pemeriksaan awal menunjukkan nilai rerata DMF-T sebesar 2,08, menandakan tingkat karies kategori sedang pada kelompok usia dini. Hasil pre-test memperlihatkan bahwa pengetahuan awal anak masih rendah pada seluruh indikator penilaian. Setelah intervensi edukasi, terdapat peningkatan skor yang bermakna pada seluruh aspek pengetahuan, di mana rerata skor meningkat dari 2,06 ± 1,19 menjadi 4,31 ± 0,60. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,001) dengan selisih rata-rata 2,25. Hasil ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang melibatkan demonstrasi, praktik langsung, media visual, serta aktivitas interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Program edukasi seperti ini direkomendasikan sebagai kegiatan rutin sekolah untuk mendukung upaya pencegahan karies sejak usia dini. Kata Kunci: DMF-T; Edukasi Kesehatan Gigi; Karies Anak; Penyuluhan Prasekolah; Teknik Menyikat Gigi. Abstract Dental caries remains the most prevalent oral health problem among young children. The 2018 National Basic Health Research (Riskesdas) reported caries prevalence of 81.1% among children aged 3–4 years and 92.6% among those aged 5–9 years. This vulnerability is exacerbated by frequent intake of sugary foods, improper toothbrushing techniques, and limited oral health knowledge among children and their parents. This study aimed to evaluate the effectiveness of dental health education in improving the knowledge of preschool children at Al-Munawaroh Kindergarten, Kediri. The intervention was conducted on October 28, 2025, using interactive lectures, toothbrushing demonstrations, guided practice, ice-breaker activities, and pre-test and post-test assessments. A total of 24 children participated in the program. Initial examination showed a mean DMF-T score of 2.08, indicating a moderate level of caries in this age group. Pre-test results demonstrated low baseline knowledge across all assessment indicators. Following the educational intervention, children’s knowledge improved significantly, with the mean score increasing from 2.06 ± 1.19 to 4.31 ± 0.60. The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.001), with an average increase of 2.25 points. These findings confirm that educational strategies incorporating demonstrations, hands-on brushing practice, visual media, and interactive activities are effective in enhancing children’s understanding and skills in maintaining oral hygiene. Such programs are recommended as routine school-based interventions to support early prevention of dental caries. Keywords: Childhood Caries; Dental Health Education: DMF-T; Preschool Intervention; Toothbrushing Technique.
Efektivitas Program Edukasi dalam Meningkatkan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Prasekolah di TK Al-Jawahir Kediri Meyrinda Tobing; Iin Indah Aris Wati; Putu Yuri Divina; Erwin Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53046

Abstract

Abstrak Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang paling banyak dialami anak usia dini, terutama akibat konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi karies pada anak usia 3–4 tahun mencapai 81,1% dan meningkat menjadi 92,6% pada usia 5–9 tahun. Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya pengetahuan anak dan kurangnya perhatian orang tua terhadap kesehatan gigi susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi terhadap peningkatan pengetahuan anak prasekolah di TK Al-Jawahir Kediri. Kegiatan edukasi dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik bersama, dan evaluasi pre-test serta post-test. Materi disampaikan menggunakan media visual, phantom gigi, dan ice breaker untuk meningkatkan keterlibatan anak. Sebanyak 24 anak berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis deskriptif menunjukkan rata-rata indeks DMF-T sebesar 3,04 yang menandakan tingginya beban karies pada responden. Hasil pre-test memperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan awal anak masih rendah pada seluruh indikator penilaian. Setelah intervensi edukasi, seluruh aspek pengetahuan mengalami peningkatan yang signifikan, dengan persentase jawaban benar meningkat pada semua komponen, termasuk frekuensi menyikat gigi (62,5% menjadi 87,5%), waktu menyikat gigi (25% menjadi 83,3%), penggunaan pasta gigi (20,83% menjadi 87,5%), serta pengetahuan makanan sehat dan penyebab karies (62,5% menjadi 95,83–100%). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pre-test dan post-test (p < 0,05). Dengan demikian, penyuluhan dengan pendekatan interaktif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi anak usia dini dan dapat direkomendasikan sebagai program edukasi rutin di sekolah. Kata Kunci: DMF-T; Edukasi Menyikat Gigi; Karies Anak; Pengetahuan Anak Usia Dini; Penyuluhan Kesehatan Gigi. Abstract Dental caries is the most common oral health problem among young children, primarily caused by frequent consumption of cariogenic foods and improper toothbrushing habits. The 2018 National Basic Health Research (Riskesdas) reported that the prevalence of caries among children aged 3–4 years reached 81.1% and increased to 92.6% in those aged 5–9 years. This condition is further aggravated by limited oral health knowledge in children and insufficient parental attention to primary tooth care. This study aimed to evaluate the effectiveness of dental health education in improving the knowledge of preschool children at Al-Jawahir Kindergarten, Kediri. The educational intervention was conducted on October 21, 2025, using interactive lectures, toothbrushing demonstrations, guided practice, and pre-test and post-test assessments. The learning materials were delivered through visual media, dental phantoms, and ice breakers to enhance children’s engagement. A total of 24 children participated in the study. Descriptive analysis showed an average DMF-T index of 3.04, indicating a high caries burden among participants. The pre-test results demonstrated that children’s baseline knowledge was low across all assessment indicators. Following the educational intervention, all aspects of knowledge improved significantly, with increases in the percentage of correct responses for toothbrushing frequency (62.5% to 87.5%), appropriate brushing time (25% to 83.3%), use of toothpaste (20.83% to 87.5%), and understanding of healthy foods and caries-causing factors (62.5% to 95.83–100%). The Wilcoxon test revealed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05). These findings indicate that interactive dental health education effectively enhances oral health knowledge in young children and can be recommended as a routine school-based educational program. Keywords: Childhood Caries; Dental Health Education: DMF-T; Early Childhood Knowledge; Toothbrushing Education.
Korelasi Skor OHI-S dan DMFT dengan Ketidakseimbangan Bakteri Rongga Mulut Pada Kesehatan Gigi Anak Sekolah Dasar Bujel 03 Kediri Arini Indriyasari; Pritha Kunti Nali Broto; Desy Rizkiani Primalia; Dewi Anggreani Bibi; Erwin Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53210

Abstract

Abstrak Anak usia dasar seringkali mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut terutama karies gigi. Mengantisipasi gangguan kesehatan gigi perlu dilakukan perawatan gigi sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersihan mulut (OHI-S) dan tingkat kerusakan gigi (DMF-T) dengan ketidakseimbangan bakteri rongga mulut pada siswa SD Negeri Bujel 03 Kediri. Metode yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 200 siswa yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengukuran kebersihan gigi menggunakan OHI-S dan pengukuran karies menggunakan DMF-T. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi Spearman untuk mengukur ketidakseimbangan bakteri pada rongga mulut melalui sampel saliva. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara skor OHI-S yang buruk dengan skor DMF-T yang sangat tinggi, mengindikasikan bahwa kebersihan mulut yang buruk berkontribusi pada peningkatan jumlah karies pada anak-anak. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan gigi di tingkat sekolah dasar untuk mencegah perkembangan masalah kesehatan gigi yang lebih serius di masa depan. Kata Kunci: DMF-T; Karies gigi; Ketidakseimbangan bakteri; OHI-S. Abstract Elementary school-aged children often experience oral health problems, particularly dental caries. To prevent dental health issues, dental care should be initiated at an early age. This study aims to analyze the relationship between oral hygiene (OHI-S) and dental damage (DMF-T) with the imbalance of oral bacteria in students of SD Negeri Bujel 03 Kediri. The method used is a cross-sectional design with a sample of 200 students selected based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected through the measurement of oral hygiene using OHI-S and dental caries using DMF-T. Data analysis was performed using Spearman's correlation statistical test to measure the bacterial imbalance in the oral cavity through saliva samples. The results indicate a significant relationship between poor OHI-S scores and very high DMF-T scores, suggesting that poor oral hygiene contributes to the increased incidence of caries in children. These findings highlight the importance of dental health education at the elementary school level to prevent the development of more serious oral health problems in the future. Keywords: Bacterial imbalance; Dental caries; DMFT; OHI-S.
Studi Pengaruh Volume Saliva sebagai Respon Terhadap Berbagai Substansi dalam Memprediksi Risiko Karies Gigi Arini Indriyasari; Pritha Kunti Nali Broto; Desy Rizkiani Primalia; Dewi Anggreani Bibi; Erwin Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53237

Abstract

Abstrak Mengonsumsi jenis makanan atau minuman tertentu seperti buah - buahan dan susu dapat berpengaruh pada pH saliva yang ada di rongga mulut. Tingkat keasaman (pH) saliva tertentu dalam kondisi optimum dapat mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi berbagai substansi terhadap volume dan pH saliva serta hubungannya dalam memprediksi risiko karies gigi. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross- sectional. Pengukuran volume saliva dilakukan sebelum dan setelah mengonsumsi substansi berupa buah (apel, buah naga, pear, strawberry, nanas) dan minuman (jus jeruk, yogurt, susu UHT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substansi dengan sifat asam, seperti strawberry dan jus jeruk, meningkatkan volume saliva secara signifikan, namun juga menurunkan pH saliva, meningkatkan risiko terjadinya demineralisasi enamel gigi. Sebaliknya, substansi dengan pH netral, seperti susu UHT, menunjukkan respons saliva yang lebih stabil dan tidak mengubah pH secara signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan konsumsi makanan dan minuman yang berpengaruh pada volume serta pH saliva dalam upaya pencegahan karies gigi. (Times New Kata Kunci: Karies gigi; pH Saliva; Substansi makanan dan minuman Abstract Consuming certain types of food or beverages, such as fruits and milk, can affect the pH of saliva in the oral cavity. A specific level of acidity (pH) in saliva, when in optimal condition, can prevent oral diseases. This study aims to determine the effect of consuming various substances on the volume and pH of saliva and their relationship in predicting the risk of dental caries. The method used is an experimental study with a quantitative approach and a cross-sectional design. Saliva volume measurements were taken before and after consuming substances such as fruits (apple, dragon fruit, pear, strawberry, pineapple) and beverages (orange juice, yogurt, UHT milk). The results showed that substances with acidic properties, such as strawberry and orange juice, significantly increased saliva volume but also lowered saliva pH, increasing the risk of enamel demineralization. In contrast, substances with neutral pH, such as UHT milk, showed a more stable saliva response without significantly altering pH. These findings highlight the importance of regulating the consumption of food and beverages that affect the volume and pH of saliva in the prevention of dental caries. Keywords: Beverage substances; Dental caries, Food; Saliva pH.