Diabetes mellitus adalah kondisi metabolik jangka panjang yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang berkelanjutan. Ketersediaan terus-menerus dari opsi terapi yang efektif dan terjangkau, termasuk terapi insulin, memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan dan fungsi sehari-hari pada individu yang terkena diabetes. Salah satu manifestasi yang sering dilaporkan dari diabetes mellitus adalah nokturia, yang dapat mengganggu siklus tidur normal dan berdampak negatif pada kualitas tidur secara keseluruhan. Kualitas tidur yang buruk sering dikaitkan dengan gangguan endokrin dan metabolik, termasuk intoleransi glukosa, resistensi insulin, dan penurunan produksi insulin. Latihan berjalan dianggap sebagai strategi non-farmakologis yang praktis yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur melalui relaksasi fisiologis dan peningkatan tekanan tidur homeostasis. Aktivitas berjalan yang konsisten mendukung pengeluaran energi, merangsang sekresi endorfin, dan menimbulkan perubahan termoregulasi yang dapat memfasilitasi onset dan kontinuitas tidur. Penelitian ini dilakukan untuk menilai dampak latihan berjalan kaki terhadap kualitas tidur pada individu lanjut usia yang didiagnosis menderita diabetes mellitus. Desain kuasi-eksperimental kuantitatif dengan pendekatan pretest–posttest satu kelompok digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan 55 peserta yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan dan direkrut menggunakan metode sampling total. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan secara statistik pada kualitas tidur setelah intervensi latihan berjalan kaki, sebagaimana tercermin dari nilai p sebesar 0.000. Dari total peserta, 42 responden (76,4%) mengalami perbaikan kualitas tidur setelah menyelesaikan program berjalan kaki yang dijadwalkan.