This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Endriawan Saputra
Universitas Yatsi Madani

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hubungan Tingkat Stres Dan Kelelahan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Aprianto Guntur Irawan; Endriawan Saputra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54662

Abstract

Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin menghadapi berbagai perubahan fisiologis dan psikologis. Proses hemodialisa yang dilakukan seumur hidup seringkali menimbulkan stres dan kelelahan. Tingginya tingkat stres dapat memperburuk kondisi kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini menggunakan deskripitf korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kelelahan menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami tingkat stres ringan sebanyak 18 responden (56%) dan stres berat sebanyak 14 responden (44%), sedangkan tingkat kelelahan ringan sebanyak 14 responden (44%) dan kelelahan berat sebanyak 18 responden (44%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p value = 0,009). Kedua variabel ini menunjukan mempunyai hubungan yang bermakna dengan pasien mengalami stres yang dapat menyebabkan kelelahan yang dirasakan pasien selama perawatan menjalani hemodialisa. Intervensi yang menargetkan pengurangan stres diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin menghadapi berbagai perubahan fisiologis dan psikologis. Proses hemodialisa yang dilakukan seumur hidup seringkali menimbulkan stres dan kelelahan. Tingginya tingkat stres dapat memperburuk kondisi kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini menggunakan deskripitf korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kelelahan menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami tingkat stres ringan sebanyak 18 responden (56%) dan stres berat sebanyak 14 responden (44%), sedangkan tingkat kelelahan ringan sebanyak 14 responden (44%) dan kelelahan berat sebanyak 18 responden (44%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p value = 0,009). Kedua variabel ini menunjukan mempunyai hubungan yang bermakna dengan pasien mengalami stres yang dapat menyebabkan kelelahan yang dirasakan pasien selama perawatan menjalani hemodialisa. Intervensi yang menargetkan pengurangan stres diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.