Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Nilai Educational Parenting dalam Surah Lukman Ayat 12 - 19 serta Relevansinya dengan Penguatan Pendidikan Karakter Muzammil Muzammil; Yazid Albustomi
PALAPA Vol 10 No 1 (2022): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/palapa.v10i1.1690

Abstract

Character education is a plus character education, which involves aspects of knowledge, feelings, and action. The focus of the research in this study is to find out and describe more deeply on the value of parental education and the value of character education contained in the story of Luqman al-Hakim in the letter Luqman verses 12-19. The research method used in this research is library research. The values of parenting education contained in the letter Luqman verses 12-19 are gratitude, being wise, doing good deeds, being respectful, being friendly, being patient, and being humble. Meanwhile, the relevance of religious character with parenting education is the cultivation of a sense of faith so that it is not affected by anything. While the nationalist character is able to prioritize the interests of the nation rather than personal interests. Independent character is a behavior or attitude that is used fully and to achieve all of his hopes, ideals, and dreams without dependence on others. The character of Integrity is based on efforts to produce himself as a person who can always be trusted in words and actions. The character of mutual assistance is an activity that will be carried out together by one group or individual using having to be actively or passively involved in it.
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONALIS DI INDONESIA; ANALISIS PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. A. WAHID HASYIM Muzammil Muzammil
EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.478 KB) | DOI: 10.33650/edureligia.v1i2.52

Abstract

Terminologi Modernis dan Tradisionalis dalam pekembangan Islam di Indonesia muncul bukan hanya akibat dari konsistensi keduanya untuk mempertahankan model dan kultur beragama yang berbeda namun juga akibat dari pola pendidikan yang diidentifikasi berbeda satu dengan lainnya. Golongan modernis dianggap menganut pola pendidikan yang adaptif terhadap gaya pendidikan sekuler sedang golongan tradisionalis dianggap sebagai golongan yang hanya berkutat pada pendidikan agama saja. K.H. A. Wahid Hasyim sebagai tokoh yang merupakan bagian dari kaum tradisionalis menempatkan diri pada posisi diluar penilaian tersebut. Dia meskipun sebagai pribadi yang tak pernah berkesempatan menjalani pendidikan formal, ternyata memiliki gaya pemikiran progresif yang tak lumrah untuk ukuran pada masa itu dalam bingkai kepesantrenan. Progresifisme pemikiran K.H. A. Wahid Hasyim pada awalnya dianggap menentang tradisi pesantren dan bahkan dianggap berupaya mencampuradukkan antara agama dan dunia.
Implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) Based on Character Building Education at Nurul Jadid Senior High School Paiton, Probolinggo Muzammil; Riduwan Hamimi

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.331 KB) | DOI: 10.35891/amb.v7i1.2746

Abstract

AbstractThe nation's agenda towards Indonesia Gold in 2045 becomes a severe challenge for the world of education in Indonesia, because education as the main motor is required to improve itself to prepare the nation's generation that is resilient, critical, adaptive and competitive in accordance with the demands and needs of the times in its time. School as the main home of the education process must compete in printing a generation of achievers and characters. This research aims to discuss a) Implementation of HOTS based character education at Nurul Jadid High School and b) The concept of HOTS in the Formation of Character Education in Nurul Jadid High School. The research method used in this research is Case Study Research with a qualitative approach. The method of data analysis in this study is narrative analysis. The results of this study found that the application of HOTS at Nurul Jadid High School uses four learning models, namely problem-based learning, inquiry-based learning, discovery learning and project-based learning to foster character in students. The use of transformative learning education model in Islamic boarding school is also one of the goals to create a dialogueal, humanist, and communicative teaching-learning activity in developing the psychiatric intelligence of students (Intellectual Quotation, Emotional Quotation, and Spiritual Quotation).
Pendampingan Inovasi Pembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Sorogan, Talqin dan Tadarus Interaktif untuk Meningkatkan Kefasihan dan Kelancaran Membaca Al-Qur’an Santri di Lembaga Takhossu Diny Bahrul 'Ulum Faridatul Maulidah; Muzammil Muzammil
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 8 No. 1 (2026): June Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/wnree579

Abstract

Pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode Sorogan, Talqin, dan Tadarus Interaktif untuk meningkatkan kefasihan dan kelancaran membaca Al-Qur'an santri tingkat I'dadiyah di Lembaga Takhossu Diny Bahrul 'Ulum PP Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit Putri. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa santri masih mengalami kendala dalam tajwid, makharijul huruf, kelancaran membaca, dan konsistensi latihan. Penerapan ketiga metode tersebut membantu santri memperoleh koreksi langsung, mencontoh bacaan yang benar, dan belajar secara kolaboratif. Berdasarkan Teori Difusi Inovasi Rogers, metode ini mudah diterapkan, sesuai dengan budaya pesantren, dan memberikan hasil yang jelas. Respons santri juga positif. Untuk menjaga keberlanjutan program, dilakukan penetapan target harian, monitoring perkembangan, penguatan motivasi, variasi pembelajaran, dan pembinaan kelompok kecil. Metode Sorogan, Talqin, dan Tadarus Interaktif terbukti berpotensi meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an santri secara berkelanjutan.
STRATEGI MENINGKATKAN PENGAMALAN AJARAN ISLAM SISWA MELALUI BUDAYA RELIGIUS DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN Muzammil Muzammil; Zamzamiyatus Zahro
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12256

Abstract

ABSTRACT Religious culture has become a strategic approach in Islamic education to strengthen students' character amid the challenges of globalization, rapid digital technological advancement, and changing youth behavior. This study aims to analyze the implementation of religious culture, the strategies employed, and their impact on improving students' practice of Islamic teachings at MA Misbahul Hidayah. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, in-depth interviews with the principal, Islamic Religious Education teachers, Islamic boarding school caregivers, and students, as well as documentation of religious activities and other supporting records. The data were analyzed interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that religious culture is implemented in an integrated manner through the habituation of worship, teachers' role modeling, and a supervision system integrated with the daily life of the Islamic boarding school. These strategies contributed to an increase in students' participation in congregational prayers from 72% in 2023 to 96% in 2025, accompanied by a significant decrease in disciplinary violations. The findings demonstrate that the integration of habituation, role modeling, and supervision effectively facilitates the internalization of Islamic values, transforming religious practice from a formal obligation into a genuine spiritual need. This model of religious culture offers an alternative framework for strengthening character education in Islamic boarding school-based educational institutions as well as other Islamic schools. ABSTRAK Budaya religius menjadi salah satu pendekatan strategis dalam pendidikan Islam untuk memperkuat karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan perilaku generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi budaya religius, strategi yang diterapkan, serta dampaknya terhadap peningkatan pengamalan ajaran Islam siswa di MA Misbahul Hidayah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis case study. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, pengasuh pesantren, dan siswa, serta dokumentasi kegiatan keagamaan dan data pendukung lainnya. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius diimplementasikan secara terpadu melalui pembiasaan ibadah, keteladanan pendidik, serta sistem pengawasan yang terintegrasi dengan kehidupan pesantren. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi salat berjamaah dari 72% pada tahun 2023 menjadi 96% pada tahun 2025, disertai penurunan pelanggaran kedisiplinan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan mampu mendorong proses internalisasi nilai-nilai Islam sehingga pengamalan ajaran agama berkembang menjadi kebutuhan spiritual, bukan sekadar pemenuhan kewajiban formal. Model budaya religius yang diterapkan berpotensi menjadi alternatif penguatan pendidikan karakter bagi lembaga pendidikan berbasis pesantren maupun sekolah Islam lainnya.
Konseptualisasi Kepemimpinan Islami dalam Pengembangan Pendidikan Islam Muzammil Muzammil
JURNAL AT-TURAS Vol 4, No 2 (2017): Pendidikan Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.359 KB) | DOI: 10.33650/at-turas.v4i2.335

Abstract

Pemimpin sebagai salah satu motor utama pengembangan lembaga pendidikan, dipengaruhi oleh model kepemimpinan yang dimiliki dan digunakan untuk memimpin lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Dalam hal ini, salah satu model kepemimpinan yang dapat digunakan adalah model kepemimpinan Islami yang menekankan bukan sekedar pada kemampuan untuk mempengaruhi staff untuk melakukan suatu aktivitas, namun lebih dari itu, kemampuan tersebut diiringi dengan karakteristik individu yang dekat dengan prinsip-prinsip Islam. Kepemimpinan islami merupakan keseimbangan antara kepemimpinan dengan konsep duniawi maupun konsep ukhrawi, menggapai tujuan hakiki lebih dari sekedar tujuan organisasi yang bersifat sementara, menuntut komitmen tinggi kepada prinsip-prinsip Islam dan menempatkan tugas kepemimpinan tidak sekedar tugas kemanusiaan yang dipertanggungjawabkan hanya kepada anggota, tetapi juga di hadapan Allah SWT