Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Differences Between Soy Milk and Papaya Leaf Juice in Overcoming Low Milk Production in Breastfeeding Mothers at Cikeusal Health Center Udur Diana Tumanggor; Dian Wahyu Ratri; Dita Listianinghias; Elin Erlina; Rohimah; Wiwin Pitriani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12311

Abstract

Adequate breast milk production is essential for infant growth and development. However, many breastfeeding mothers experience insufficient milk supply. Natural interventions such as consuming soy milk and papaya leaf juice are believed to help increase breast milk production. Soy milk contains isoflavones that mimic estrogen and stimulate lactation, while papaya leaf juice contains saponins, alkaloids, and polyphenols that can enhance prolactin secretion and facilitate milk flow. This study aimed to determine the difference between the effects of soy milk and papaya leaf juice in overcoming low breast milk production among breastfeeding mothers at the Cikeusal Health Center in 2025. This quasi-experimental study involved 100 breastfeeding mothers with low milk production, divided into two groups using purposive sampling: 50 respondents received soy milk and 50 received papaya leaf juice. Each group was evaluated for changes in breast milk volume before and after the intervention. Data were analyzed using an independent sample t-test. The findings showed no significant difference between the two interventions (t = -0.639, p = 0.527). The mean increase in milk production after soy milk consumption was 27.10 ml, while papaya leaf juice increased milk production by 28.20 ml, with a difference of 1.1 ml. These results indicate that both soy milk and papaya leaf juice are effective in improving breast milk production, although their effects are statistically comparable. Both soy milk and papaya leaf juice can serve as alternative natural interventions to increase breast milk production in breastfeeding mothers. Health workers are encouraged to promote these natural options as supportive measures for mothers with low milk supply.
Pelatihan Keluarga Berbasis Komunitas bagi Caregiver Penyintas Stroke: Dampak terhadap Beban Perawatan, Strategi Koping, dan Kualitas Hidup Chusnul Chotimah; Bambang Sugiharto; Kusnanto; Udur Diana Tumanggor
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5843

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang menempatkan keluarga sebagai caregiver utama dalam perawatan di rumah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan caregiver dapat meningkatkan beban perawatan, menurunkan kemampuan koping, dan berdampak pada kualitas hidup. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas caregiver keluarga penyintas stroke melalui pelatihan berbasis komunitas serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap burden, coping, dan kualitas hidup. Metode: Kegiatan menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Peserta berjumlah 32 caregiver keluarga penyintas stroke yang direkrut melalui jejaring Puskesmas Jatibening, Bekasi, dan kader kesehatan. Intervensi dilaksanakan selama empat minggu, meliputi pelatihan tatap muka selama dua hari, demonstrasi keterampilan perawatan, pemberian booklet dan video edukasi, serta pendampingan melalui grup WhatsApp dan kunjungan rumah terbatas. Evaluasi dilakukan sebelum intervensi dan pada minggu keempat menggunakan instrumen pengetahuan, keterampilan, burden, coping adaptif, dan kualitas hidup yang ditransformasikan ke skala 0–100. Hasil: Skor pengetahuan meningkat dari 58,4±12,7 menjadi 81,6±9,3; keterampilan meningkat dari 52,1±13,4 menjadi 84,7±8,6; coping adaptif meningkat dari 54,8±10,6 menjadi 72,9±9,7; dan kualitas hidup meningkat dari 56,2±9,5 menjadi 70,8±8,9. Skor burden caregiver menurun dari 67,3±11,8 menjadi 48,6±10,9. Seluruh perubahan bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Pelatihan keluarga berbasis komunitas efektif meningkatkan kesiapan caregiver dalam merawat penyintas stroke di rumah, meningkatkan coping adaptif dan kualitas hidup, serta menurunkan burden perawatan. Program ini layak direplikasi sebagai model penguatan perawatan keluarga berbasis komunitas.