Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) sebagai Media Penjernih Air di Desa Segoro Tambak: Utilization of Blood Cockle Shell (Andara granosa) Waste as Water Purifier Media in Segoro Tambak Village Febriyanto, Moh Rizal; Suri, Nabilah Atika; Pudjiastuti, Caecilia; Jaufillail, Tazkia; Putri, Nabila Romadloni Abdillah; Sa’diyah , Ummi Aminatus; M. Fahrul Nabilur R
Jurnal Abdimas Le Mujtamak Vol. 5 No. 2 (2025): Le MUJTAMAK 2025: Juli - Desember
Publisher : Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jal.v5i2.1256

Abstract

Desa Segoro Tambak di Kabupaten Sidoarjo menghadapi permasalahan lingkungan akibat akumulasi limbah cangkang kerang darah (Anadara granosa) yang dibuang tanpa pengolahan. Limbah ini, meskipun melimpah, belum dimanfaatkan secara produktif dan justru menjadi sumber pencemaran di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih masyarakat dalam mengolah limbah tersebut menjadi media penjernih air berbasis kalsium karbonat (CaCO₃), yang dikenal efektif sebagai agen adsorben logam berat. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan utama: sosialisasi mengenai dampak dan potensi limbah, pelatihan teknis pembuatan media filtrasi, serta uji efektivitas produk secara eksperimental menggunakan air tambak tercemar. Proses pengolahan mencakup pembersihan, pengeringan, penggilingan, dan penyeragaman ukuran partikel. Hasil uji selama tujuh hari menunjukkan peningkatan pH dari 5,0 menjadi 7,0–8,1 dan penurunan total dissolved solids (TDS) dari 761 ppm menjadi 348 ppm, dengan hasil terbaik pada massa adsorben 120 gram. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas air, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam produksi, pengemasan, dan strategi pemasaran produk ramah lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengelolaan limbah lokal berbasis ekonomi sirkular dapat menjadi solusi berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, edukasi, dan kewirausahaan desa.