Abstract —This study aims to develop the Benteng Moraya Virtual Tour application as a digital cultural preservation medium using Virtual Reality (VR) technology. The research was motivated by the need to digitize local historical sites amid the declining interest of younger generations in regional history. The method used refers to the Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Data collection was conducted through direct documentation at the Benteng Moraya site, followed by 3D modeling using Blender and integration into Unity 3D. The resulting application allows users to explore a realistic and interactive 360° virtual environment. The black box testing results show that all main features, including navigation, information, and user control, functioned properly as designed. This application serves not only as a virtual exploration tool but also as an educational medium that promotes local cultural heritage preservation in the digital era. Key words— Benteng Moraya; Cultural Preservation; Virtual Reality; Virtual Tour; MDLC Abstrak —Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Virtual Tour Benteng Moraya sebagai media pelestarian budaya digital menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk mendigitalisasi situs bersejarah lokal di tengah rendahnya minat generasi muda terhadap sejarah daerah. Metode yang digunakan mengacu pada Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Proses pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi langsung di situs Benteng Moraya yang kemudian dimodelkan dalam bentuk tiga dimensi menggunakan Blender dan diintegrasikan ke dalam Unity 3D. Aplikasi ini memungkinkan pengguna menjelajahi lingkungan virtual dengan tampilan 360° yang realistis dan interaktif. Hasil pengujian black box menunjukkan seluruh fitur utama berjalan dengan baik sesuai rancangan, meliputi fungsi navigasi, informasi, dan kontrol pengguna. Aplikasi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana eksplorasi virtual, tetapi juga sebagai media edukatif yang mendukung pelestarian budaya lokal di era digital. Kata kunci — Benteng Moraya; Pelestarian Budaya; Virtual Reality; Virtual Tour; MDLC