Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sahabat Tanpa Bully: Gerakan Siswa SD/MTS Saling Menghargai Rabani, Jingga Ringin; Firmansyah, Adjie; Rahayu, Resita; Anggraini, RR Renny
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 5 (2026): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (INPRESS)
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Sahabat Tanpa Bully merupakan salah satu bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan menumbuhkan sikap saling menghargai dan mencegah perilaku perundungan di lingkungan sekolah dasar. Artikel ini membahas pelaksanaan Gerakan Sahabat Tanpa Bully pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Falah Rawa Mekar Jaya sebagai upaya preventif terhadap munculnya perilaku bullying, khususnya bullying verbal dan sosial. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan adanya indikasi perilaku agresif ringan di kalangan siswa yang berpotensi berkembang menjadi perundungan apabila tidak ditangani sejak dini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan berbasis aksi (action-based method) dan partisipatif, dengan metode storytelling dimanfaatkan sebagai media edukasi karakter dalam menyampaikan nilai empati, toleransi, dan keberanian untuk bersikap sebagai upstander. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan siswa kelas atas sebagai sasaran utama. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan diskusi reflektif untuk mengidentifikasi perubahan pemahaman dan sikap siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Gerakan Sahabat Tanpa Bully mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak negatif bullying serta menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan dan mampu mengidentifikasi perilaku perundungan serta tindakan pencegahannya. Dengan demikian, Gerakan Sahabat Tanpa Bully yang dilaksanakan melalui metode storytelling terbukti efektif sebagai strategi edukatif dalam membangun budaya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.