This Author published in this journals
All Journal Jurnal Arsitektur
Farah Farhatunida
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TERITORI PEDAGANG INFORMAL SEPANJANG JL.WINAON - JL.LEMAHWUNGKUK Farah Farhatunida; Nurhidayah; Edi Mulyana
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Cirebon merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Kota Cirebon dan pemelihara pasar kanoman telah beberapakali memberikan kebijakan guna menanggulangi permasalahan PKL dengan cara memberikanhimbauanagarPKL bisa masukkeareapasarkanoman. Tetapi para PKL memilih untuk tetap berdagang di Sepanjang Jalan Winaon-Lemahwungkuk dengan alasan lokasi yang mereka tempati lebih strategis karena berada di jalan utama menuju pasar kanoman. Sifat dan perilaku para PKL yang mempertahankan tempat mereka berdagang merupakan wujud teritorial yang berhubungan dengan kebutuhan ruang dan pemenuhan di bidang perekonomian bagi mereka, dimana para PKL memilih lokasi yang mereka rasa sangat strategis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk teritori pedagang kaki lima di Sepanjang Jalan Winaon Lemahwungkuk dan menemukan faktor-faktor pembentuk teritori pedagang kaki lima di jalan tersebut. Berdasarkan fokus rumusan masalah mengenai Teritori Pedagang Kaki Limadi sepanjang Jalan Winaon - Jalan Lemahwungkuk, maka metode penelitan yang akan digunakan adalah Metode Deskriptif Kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk teritori PKL di Sepanjang Jalan WInaon- Lemahwungkuk didominasi bentuk teritori sekunder dan publik, ini dapat terlihat dari batas-batas fisik sarana berdagang dan cara penyajiandagangan. Teritori sekunder dan publik tidak memiliki batasan yang jelas dan terus berkembang melakukan klaim ruang pada  sepanjang Jalan Winaon-Lemahwungkuk karena mereka merasa ini adalah lokasi yang paling starategis dan menguntungkan dalam berdagang. Dan faktor - faktor yang paling mempengaruhi pembentukan teritori PKL di Sepanjang Jalan Winaon- Lemahwungkukadalahdasarperilaku teritorial, pengalaman keruangan dimasa lalu,kapasitas psikologi, lokasi berdagang, aksesibilitasdanlemahnyapengawasan.