Proyek pembangunan Villa Karang yang berlokasi di Ubud, Bali yang terdiri atas 14 tahapan pada pekerjaan bangunan villa, mulai dari pekerjaan persiapan hingga pekerjaan finishing. Selain itu, pekerjaan kolam renang memiliki 6 tahapan tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan pengendalian pada pekerjaan pembangunan Villa Karang. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya yaitu menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Total potensi bahaya pada pekerjaan pembangunan villa karang yaitu sebanyak 169 potensi bahaya, dengan 117 potensi pada bangunan villa (8 risiko rendah, 82 risiko sedang, 26 risiko tinggi dan 1 risiko ekstrim), serta 52 potensi pada kolam renang (4 risiko rendah, 29 risiko sedang dan 19 risiko tinggi). Upaya pencegahan dan pengendalian potensi bahaya mencakup memastikan penggunaan alat kerja yang sesuai prosedur, pada beberapa pekerjaan tertentu membutuhkan pekerja dengan skill khusus, serta meningkatkan komunikasi antara perusahaan dan pekerja. Selain itu penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan kerja, namun dalam proyek tersebut masih dapat kekurangan dalam penyediaannya. Sehingga dilakukan perhitungan estimasi biaya APD, hasil yang didapatkan yaitu sebesar Rp 19.778.033. Hasil perhitungan ini membantu perusahaan merencanakan anggaran dengan memasukkan biaya APD ke dalam RAB secara optimal. Tujuan dari laporan ini yaitu untuk menerapkan JSA sesuai dengan peraturan yang ada sehingga dapat dilakukan identifikasi potensi bahaya dan menentukkan pengendalian serta pencegahan pada pekerjaan pembangunan Villa Karang.