Abdya, STIT Muhammadiyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN DI DALAM LEMBAGA Abdya, STIT Muhammadiyah
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dalam menjalankan fungsi kepemimpinan di dalam suatu lembaga. Sebagai makhluk sosial, manusia secara alamiah memiliki potensi untuk berkomunikasi, baik secara sadar maupun tidak sadar. Komunikasi menjadi faktor utama dalam menunjang proses administrasi, koordinasi, dan interaksi antarunsur organisasi. Tanpa adanya komunikasi yang baik, berbagai proses organisasi tidak akan berjalan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Artikel ini membahas konsep komunikasi kepemimpinan, fungsi komunikasi dalam organisasi, gaya komunikasi kepemimpinan, strategi komunikasi, serta hambatan-hambatan yang sering dihadapi dalam komunikasi kepemimpinan
ANALISIS KOMPARATIF TAFSIR SURAT AL-FATIHAH MENURUT IBNU KATSIR DAN BUYA HAMKA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Abdya, STIT Muhammadiyah
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif penafsiran Surat Al-Fatihah menurut Ibnu Katsir dan Buya Hamka serta implikasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Sumber data primer berasal dari Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan pada aspek tauhid, ibadah, dan permohonan petunjuk sebagai inti kandungan Al-Fatihah. Adapun perbedaannya terletak pada pendekatan penafsiran, di mana Ibnu Katsir menekankan metode tafsir bi al-ma’tsur, sedangkan Buya Hamka menggunakan pendekatan kontekstual dan filosofis. Kedua pendekatan tersebut memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang bersifat integratif antara nilai-nilai klasik dan kebutuhan kontemporer.