Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif penafsiran Surat Al-Fatihah menurut Ibnu Katsir dan Buya Hamka serta implikasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Sumber data primer berasal dari Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan pada aspek tauhid, ibadah, dan permohonan petunjuk sebagai inti kandungan Al-Fatihah. Adapun perbedaannya terletak pada pendekatan penafsiran, di mana Ibnu Katsir menekankan metode tafsir bi al-ma’tsur, sedangkan Buya Hamka menggunakan pendekatan kontekstual dan filosofis. Kedua pendekatan tersebut memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang bersifat integratif antara nilai-nilai klasik dan kebutuhan kontemporer.
Copyrights © 2026