Penguasaan teknik dan kemampuan pengukuran performa fisik merupakan kompetensi krusial bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR). Lompat jauh dipilih sebagai instrumen evaluasi karena melibatkan kompleksitas koordinasi teknik dan kemampuan fisik yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kemampuan teknik dan pencapaian jarak lompat jauh mahasiswa PJKR Semester V STKIP Citra Bakti melalui mata kuliah Tes dan Pengukuran Olahraga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode tes dan pengukuran lapangan. Subjek penelitian berjumlah 23 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi tes lompat jauh tiga kali kesempatan dan observasi teknik menggunakan skala penilaian 1–4 pada empat fase (awalan, tolakan, melayang, dan pendaratan). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa 78,26% mahasiswa berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan rata-rata jarak lompatan 3,94 meter. Dari aspek teknik, fase pendaratan merupakan aspek yang paling dikuasai (47,83% sangat baik), sedangkan fase tolakan menjadi titik terlemah (hanya 26,09% sangat baik) yang dipengaruhi oleh kurangnya daya ledak otot tungkai dan sinkronisasi awalan. Secara umum, kemampuan lompat jauh mahasiswa sudah memuaskan, namun diperlukan penguatan pada program latihan kekuatan ekslosif dan koordinasi fase tolakan. Kegiatan ini berhasil mengintegrasikan pemahaman teoretis dengan aplikasi praktis dalam standar evaluasi olahraga ilmiah.