Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laporan Kasus: Dermatitis Kontak Iritan pada Radiografer Rumah Sakit (Pendekatan 7 langkah Diagnosis Okupasi) Mawanti, Wening Tri; Rahmanissa, Nindya Adhavirany
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.24696

Abstract

Dermatitis kontak iritan merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada tenaga kesehatan akibat pajanan bahan kimia, aktivitas wet work, serta penggunaan alat pelindung diri yang berkepanjangan. Penentuan hubungan kausal antara penyakit dan pekerjaan memerlukan pendekatan diagnosis okupasi yang sistematis. Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif analitik laporan kasus pada seorang pekerja dengan keluhan kulit yang diduga berhubungan dengan pekerjaan. Analisis dilakukan berdasarkan 7 langkah diagnosis okupasi, meliputi penegakan diagnosis klinis, identifikasi pajanan bahaya potensial di tempat kerja, analisis hubungan pajanan dan diagnosis klinis, penilaian kecukupan pajanan, faktor individu dan faktor pajanan di luar pekerjaan serta penetapan diagnosis okupasi. Data diperoleh dari anamnesis klinis dan okupasi, pemeriksaan fisik serta rekam medis. Seorang perempuan usia 25 tahun bekerja sebagai radiografer rumah sakit mengeluhkan gatal, kulit kering, dan lenting pada punggung kedua tangan sejak 8 bulan, memberat saat bekerja. Pemeriksaan fisik menunjukkan eritema multipel disertai skuama dan likenifikasi. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara dermatitis kontak iritan dengan pajanan pekerjaan berupa penggunaan sabun cuci tangan dengan kandungan Sodium lauryl ether sulfate konsentrasi tinggi, paparan media kontras berbasis yodium, serta aktivitas wet work berulang. Faktor individu dan pajanan di luar pekerjaan turut berperan sebagai faktor pendukung. Dermatitis kontak iritan pada kasus ini merupakan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Pendekatan 7 langkah diagnosis okupasi efektif dalam menilai hubungan kausal antara penyakit dan faktor pekerjaan.