Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta perilaku ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilan. Keikutsertaan ibu hamil dalam kelas ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden ibu hamil. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan kelas ibu hamil kategori lengkap dan tidak lengkap masing-masing sebanyak 17 orang (50%). Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 18 orang (52,9%), jarak tempuh jauh sebanyak 18 orang (52,9%), serta ibu yang bekerja dan tidak bekerja masing-masing sebanyak 17 orang (50%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,016; OR = 7,800), antara jarak tempuh dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,016; OR = 7,800), serta antara pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,006; OR = 10,563). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi puskesmas dalam meningkatkan cakupan kehadiran ibu hamil melalui optimalisasi edukasi dan akses pelayanan kesehatan.