Meti Widiya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Harmomia Oilin untuk mengatasi Postpartum Blues Pada Ibu Nifas Di TPMB Wilayah Kelurahan Bekasi Jaya Tahun 2025 Indriasari, Istiana; Teni Nurlatifah; Udin Sabarudin; Meti Widiya
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.6913

Abstract

Postpartum blues adalah suatu tingkat keadaan depresi bersifat sementara yang dialami oleh kebanyakan ibu yang baru melahirkan karena perubahan tingkat hormon, tanggung jawab baru akibat perluasan keluarga dan pengasuhan terhadap bayi. Mengatasi postpartum blues sebelumnya dapat dilakukan dengan terapi herbal yang diberikan pada ibu nifas salah satunya dengan serbuk jahe merah namun pemberian nya kurang optimal maka peneliti membuat suatu inovasi Harmomia Oilin yang merupakan salah satu alat terapi komplementer yang mengandung  kenanga (Canganga Odorata) essential oli, serei (Cymbopogon citratus) essential oli, dan lemon (Citrus Limon) essential oil  untuk mengatasi postpartum blues.Tujuan penelitian ini untuk menilai seberapa besar Efektivitas Harmomia Oilin Untuk Mengatasi postpartum Blues Pada Ibu Nifas di TPMB Wilayah Kelurahan Bekasi Jaya Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan true experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang mengalami postpartum blues pada periode Mei – Juni 2025 sejumlah 74 orang. Analisis data menggunakan uji sample T test dan uji efektivitas menggunakan N-Gain score.Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji paired sample T test menunjukkan terdapat penurunan skor postpartum blues pada ibu hamil setelah diberikan harmomia oilin dibanding dengan serbuk jahe merah. Hasil uji efektivitas Harmonia Oilin menunjukkan lebih tinggi dengan penurunan skor rata-rata. postpartum blues sebesar 6,82 poin (dari 12,41 menjadi 5,59), dibandingkan dengan Serbuk Jahe Merah yang hanya menurunkan skor rata-rata sebesar 2,54 poin (dari 11,68 menjadi 9,14). Simpulannya pemberian harmomia oilin lebih efektif dibandingkan dengan serbuk jahe merah untuk penuruan skor postpartum blues
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Cookies Moridu terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Leuwinutug Kabupaten Bogor Tahun 2025 Windusari; Mamun Sutisna; Meti Widiya; Herry Garna
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.6918

Abstract

Program intervensi dari pemerintah sebelumnya untuk meningkatkan status gizi anak adalah diberikan makanan tambahan biskuit standar dengan tujuan meningkatkan status gizi serta mencukupi kebutuhan zat gizi anak akan tetapi balita hanya terfokus pada krim nya saja sehingga kurang optimal terhadap pemberian makanan tambahan, peneliti membuat suatu inovasi Cookies Moridu dengan bahan dasar daun kelor, madu,  dan raisin yang diolah serta diuji sesuai dengan syarat dan mutu dalam pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang. Pemberian makanan tambahan ini diharapkan dapat menjadi produk yang dapat digunakan dalam meningkatkan berat badan gizi balita kurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dan efektivitas pemberian makanan tambahan Cookies Moridu terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Leuwinutug Kabupaten Bogor Mei- Juli tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest, melibatkan 86 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (pemberian Cookies Moridu) dan kelompok kontrol (pemberian biskuit PMT standar), masing-masing 43 balita. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji paired t-test, dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan berat badan pada kelompok intervensi adalah 0,8 ± 0,2 kg, lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol sebesar 0,3 ± 0,2 kg dengan nilai signifikansi p<0,05.