Fiko Rahman, Delan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN DALAM MENGGUNAKAN BAHASA SUNDA DI SMA NEGERI DAN SMA SWASTA DI BANDUNG RAYA Surya Utami, Melly; Nurannisa, Rayi Fitri; Padmanegara, Pramayuda; Fiko Rahman, Delan; Rintan, Erlin; Widyastuti, Temmy
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22381

Abstract

Sebagai identitas budaya Jawa Barat, bahasa Sunda menghadapi tantangan besar akibat globalisasi, perubahan sosial, dan dominasi bahasa Indonesia. Penelitian ini mencerminkan kemampuan dan penggunaan bahasa Sunda pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lémbang dan SMA Kartika XIX-2 Bandung, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui angket dan wawancara terhadap siswa dan guru bahasa Sunda, dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan kesamaan: siswa mengetahui pentingnya bahasa Sunda untuk menumbuhkan budaya, namun lebih memilih bahasa Indonesia untuk berkomunikasi di sekolah. Penggunaan bahasa Sunda biasanya bersifat santai, terdapat kesulitan pada varian formal (langkah-langkah bahasanya). Perbedaannya terletak pada rasa bangganya, lebih besar di SMA Negeri 1 Lémbang. Data kuesioner menunjukkan bahwa bahasa Sunda sering digunakan bersama teman (69-73,3%) dan di rumah (58,6% di Kartika, 55,3% jarang di Lembang), sedangkan bahasa Indonesia dominan dalam konteks formal (misalnya, 79,3-76,7% dan guru, 72,4-70% dalam kegiatan utama). Bahasa Sunda jarang untuk tugas (65,5-63,3%). Terdapat kesenjangan antara kesadaran budaya dengan penggunaan sehari-hari, dipengaruhi oleh lingkungan, kemampuan, dan situasi formal-informal.Solusi yang diusulkan: perilaku bilingual, literasi, dan kerjasama sekolah dan keluarga untuk menjaga bahasa daerah di tengah globalisasi.