Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik manajemen rantai pasok hijau terhadap kinerja bisnis dengan peran mediasi manajemen ramping dan tanggung jawab sosial perusahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 212 responden yang terdiri atas manajer, supervisor, dan karyawan pada perusahaan manufaktur komponen otomotif yang beroperasi di wilayah Bogor dan Karawang, menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan perangkat lunak AMOS serta uji Sobel untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen rantai pasok hijau tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja bisnis. Namun demikian, praktik manajemen rantai pasok hijau terbukti berpengaruh positif terhadap manajemen ramping dan tanggung jawab sosial perusahaan. Selanjutnya, manajemen ramping berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis, sedangkan tanggung jawab sosial perusahaan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis. Pengujian mediasi mengungkapkan bahwa manajemen ramping berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara praktik manajemen rantai pasok hijau dan kinerja bisnis, sementara tanggung jawab sosial perusahaan tidak terbukti memediasi hubungan tersebut. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penerapan praktik manajemen rantai pasok hijau yang terintegrasi dengan manajemen ramping untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan manufaktur. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sektor industri serta mempertimbangkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi kinerja bisnis.